Mafia di Kantor Pajak Sidoarjo
Rumah Orangtua Tommy Tertutup Rapat
Tak sulit mencari rumah orang tua Tomy Hindratno di Jl Lempung Baru 5, Kel. Lontar, Sambikerep, Surabaya.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Heru Pramono
Dari pantauan Surya, lahan rumah ini begitu luas. Hingga oleh pemiliknya, H Hendi Amunarto (70), rumah ini dibagi menjadi tiga bagian rumah kecil, yaitu rumah dengan nomor 5 dan 7 yang luasnya tiap rumahnya setipe 36 dan 42. Meski begitu rumah yang mulai didiami sejak 1992 ini masih menyisakan lahan yang cukup luas dan oleh pemiliknya dipakai garasi dan halaman.
Di halaman rumah, ada pula terparkir dua truk dan sebuah mobil marcedes benz tahun 70an warna biru. Selain itu ada sebuah taman kecil dilengkapi pendopo. Di sisi utara rumah ini juga ada sebuah toko yang kini tutup.
Suyono (54), warga RT 1 Lempung Baru mengatakan sehari-hari Hendi berbisnis angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM). "Dia memiliki dua anak dan anak-anaknya jarang ke sini. Ketika saya tanya Pak Hendi selalu bilang sedang merantau," ujar Suyono.
Meski demikian, Suyono masih ingat betul wajah Tommy. Sebab dia pernah menghadiri pernikahan anak Haji Hendi di kawasan Makodam V Brawijaya pada 2002 lalu. Sayangnya setelah itu ia tak pernah berjumpa Tommy lagi hingga tersiar kabar penangkapan itu.
"Setelah pernikahan tahun 2002 itu, kabarnya Tommy langsung ke Tangerang. Kami tak pernah melihat Tommy beraktivitas di rumah Lempung Baru ini," terangnya.
Suyono mengatakan Hendi terkenal pendiam dan baik. Hendi juga dikenal aktif untuk membantu kegiatan masyarakat. "Kalau bisa saya sebut dia (Hendi) termasuk tokoh warga di sini," katanya.
Suyono mengatakan rumah Hendi biasanya terbuka dan ramai dikunjungi orang. Kini, sejak kasus Tommy mencuat rumah Hendi selalu tertutup dan tampak tak berpenghuni.
Saat Surya menunggui rumahnya hampir tiga jam rumah Hendi tetap terkunci rapat. Tak ada satupun orang yang keluar dari tiga rumah itu.