Lulusan Unas SMP
Jawara Unas Terpaksa Bekerja
Muhammad Adnan Hakiki, peraih nilai Unas 39,60, terpaksa bekerja untuk melunasi utang sekolahnya.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Tutug
Adnan, anak pertama pasangan suami istri ( Pasutri), Sujono dan Siti Arbaiyah ini meraih nilai Unas 39,60. Prestasi ini belum didengar sendiri oleh Adnan, karena dia sedang merantau bekerja di Surabaya.
“Sudah dua hari ini Adnan Hakiki bekerja di Surabaya,” ujar Maccik Zainab, nenek Muhammad Adnan saat ditemui di rumahnya di Desa Bataan, Kecamatan Tenggaran, Bondowoso, Jumat (1/6/2012).
Bocah ini berasal dari keluarga pas-pasan. Kepergian Adnan ke Surabaya, kata Maccik Zainab, untuk mencari pekerjaan agar bisa melunasi semua tanggungan biaya di sekolahnya. “Mau mengandalkan biaya dari orang tuanya itu tidak mungkin. Makanya dia (Muhammad Adnan Hakiki) berusaha sendiri untuk menebus ijazahnya itu,” tuturnya.
Sebelum berangkat ke surabaya, Yakup, paman Muhammad Adnan Hakiki sudah melarangnya, dan meminta agar tetap melanjutkan sekolah. Namun Adnan tidak mempedulikannya, karena dia tahu orangtuanya tidak mampu untuk membiayai sekolahnya.
Kabar bahwa Adnan meraih nilai Unas tertinggi, diterima Maccik Zainab dan keluarga lainnya setengah tidak percaya. “Masak cucu saya nilai tinggi? Saya baru dengar itu,” kata Maccik Zainab.