Bisnis Nugget Sehat

Awalnya Kecil Kini Omzetnya Rp 3 Juta Perminggu

varian rasa dan cara promosi yang baru sudah dipertimbangkan.

Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Rudy Hartono
Awalnya Kecil Kini Omzetnya Rp 3 Juta Perminggu
surya/sugiharto
Rahma dan Devi memasarkan nuget produksinya melalui facebook dan twitter.
SURYA Online, SURABAYA - Usaha Rahma dan Devi ini boleh jadi terbilang dini. Namun mereka tak ingin dibilang bermain-main. Varian rasa dan cara promosi yang baru sudah dipertimbangkan. Selain sayuran, mereka membuat nugget ayam orisinal dan keju.

kedua bersaudara ini memang kompak. Mereka menjalankan peran masing-masing dengan baik. Rahma fokus membuat varian rasa nugget, dan Devi berpikir cara memasarkan produk.

“Awalnya yang membeli ibu-ibu untuk anak-anak mereka. Kini banyak ayah dan ibu yang memesan untuk dimakan sendiri,” tutur Devi Yanuari kepada Surya.

Ratusan orang sudah mengontak dan mendatangkan omset sekitar Rp 3 juta dalam seminggu. Jika luar kota dikirim melalui pos dengan layanan ekspres karena mengutamakan kesegaran produk. Pengiriman ke Sidoarjo dilakukan sendiri supaya nugget tetap fresh.

Rahma Oktavia menjelaskan, nuggetnya terbuat dari daging ayam bagian dada guna menghindari lemak. Setelah digiling lalu dicampur tepung, telur, gula, garam, bawang putih, dan merica. Sayuran seperti brokoli, bayam, dan terakhir, wortel.

Nugget Sehat Bunda Aqilla ada beberapa jenis. Ada rasa orisinal berbahan daging ayam seharga Rp 15.000 per 200 gram,  nugget sayur rasa brokoli, wortel, atau bayam Rp 20.000 per 200 gram; serta nugget rasa keju yaitu campuran daging ayam dan keju cheddar dibanderol Rp 25.000 per 200 gram.

“Yang paling laris ya brokoli dan wortel,” ucap Rahma kalem. Kini mereka menyediakan nugget sayur, orisinal, dan keju versi goreng. Mereka mengemas dengan plastik mika.

Semua pesanan ini diselesaikan mulai pukul 06.00 WIB hingga pagi keesokan harinya. Karena tidak ada stok dan harus sampai konsumen langsung supaya tidak basi. Produk nugget ini tahan dua minggu.

“Sejauh ini tidak  ada pesanan yang kami tolak,” papar Devi tentang usaha yang dimulai dari modal Rp 100.000 ini.

Bahkan, beberapa di antaranya menghubungi untuk menjadi reseller. Rahma dan Devi belum siap karena perlu produksi dalam jumlah sangat besar sementara mereka terganjal dengan terbatasnya peralatan.

Saat ini, siap menyebarkan flyer ke sekolah-sekolah dasar. Pemilihan tempat disesuaikan dengan misi mereka, memperkenalkan makanan sehat kepada masyarakat luas. (habis)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved