Minggu, 26 April 2026

Trial Bike

Nekat Meniti Pagar

”Ujung pagar besi yang tumpul adalah medium tipis yang bisa dilalui ban trial bike,” ucap Samuel Mumek.

Penulis: Marta Nurfaidah | Editor: Endah Imawati
zoom-inlihat foto Nekat Meniti Pagar
dok
Trial Bike
SURYA Online, SURABAYA - Ingin merasakan tantangan baru dan tidak sekadar mengayuh pedal sepeda saja di tengah kota? Jenis sepeda ini bisa menjadi pilihan. Trial bike merupakan bagian dari mountain biking yang mengutamakan keterampilan dan kondisi fisik si pengendara. Bukan jalan lurus beraspal yang dilewati, melainkan segala macam rintangan yang alami atau buatan manusia.

Pagar besi dibuat berfungsi sebagai pembatas rumah. Tujuannya agar tidak ada orang yang masuk area rumah begitu saja. Namun, bagi pengendara trial bike, pagar adalah rintangan penuh tantangan. Pagar menjadi arena bersepeda!

”Ujung pagar besi yang tumpul adalah medium tipis yang bisa dilalui ban trial bike. Itu tantangan paling susah bagi saya,” ucap Samuel Mumek (21) saat ditemui di tempat latihan panjat tebing Phyxius di Jl Dukuh Kupang Timur X, Sabtu (12/5/2012).

Jika dibayangkan memang sulit. Bagaimana mungkin sepeda bisa naik meloncati pagar atau berdiri di ujungnya yang berdiameter 5 cm? Semua mungkin dilakukan dengan teknik swap pada trial bike yaitu berdiri pada ban depan, sementara ban belakang digunakan sebagai penyeimbang supaya sepeda tetap stabil.

Samuel mencoba teknik ini berulang-ulang memakai media kayu. Sekilas tekniknya mirip teknik saat naik sepeda BMX. Akan tetapi, baik raga sepeda dan trik-triknya berbeda sama sekali.

”Naik BMX memerlukan kekuatan dan kecepatan. Trial bike tidak, lebih mengandalkan keterampilan,” ujar Samuel.

Trial bike dibedakan dalam tiga jenis berdasar ukuran ban. Ukuran 20 atau Mod Bikes, ukuran 26 atau Stock Bikes, serta ukuran 26 atau Street Bikes. Dijelaskan Samuel, ukuran 20 dan 26 tidak dilengkapi sadel sehingga gerak pengendara lebih leluasa. Itu yang biasa dipakai dalam kompetisi trial bike.

Stock Bikes yang menggunakan ukuran 26 memakai sadel dan tidak ada kompetisi, cukup untuk bersenang-senang bersama teman sesama penyuka trial bike. Di samping itu, stem trial bike lebih panjang dibanding BMX. Gear pada trial bike juga lebih rendah karena tidak memerlukan kecepatan. Hanya kestabilan kaki pada pedal dan gerak yang lebih diutamakan.

”Rantai pun bergerak searah ke depan supaya tidak mudah rusak karena sepeda harus bergerak terus. Selain itu, agar pantulan ban lebih kuat sehingga mampu meloncat,” papar mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini.

Peleg didesain berlubang agar ketika ada tekanan pada ban, peleg tidak mudah pecah. Ada cara lain yaitu memakai trik ban agak dikempiskan. Akan tetapi, itu akan mempercepat ban rusak.

Untuk keamanan, rem sepeda memakai sistem hidrolik dengan minyak tar sehingga begitu rem tangan ditekan, ban belakang langsung berhenti.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved