Rabu, 10 Juni 2026

Kemelut Terminal TOW

Bus Bojonegoro-Surabaya Minta Jaminan Keamanan

Para sopir dan awak bus trayek Bojonegoro-Surabaya, yang berangkat dari terminal Rajekwesi Bojonegoro

Tayang:
Editor: Suyanto
SURYA Online, BOJONEGORO-Para sopir dan awak bus trayek Bojonegoro-Surabaya, yang berangkat dari terminal Rajekwesi Bojonegoro, siap beroperasi selama ada jaminan pengamanan petugas setiba mereka di Terminal Tambak Osowilangun, Surabaya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Rajekwesi Dinas Perhubungan Bojonegoro, Edy Subroto, Sabtu (5/5/2012) mengatakan, awak bus jurusan Bojonegoro menuju Surabaya yang sejak Selasa (1/5) tidak beroperasi, itu bersedia menjalankan kendaraannya bila ada jaminan keamanan dari petugas kepolisian di Surabaya.

"Jaminan pengamanan dari petugas kepolisian Surabaya yang mereka minta itu meliputi kelancaraan masuk terminal dan tidak ada gangguan dari para awak bus jurusan Semarang-Surabaya yang memblokade Terminal Tambak Osowilangun," katanya mengungkapkan. 
  
Hal senada disampaikan awak bus Margojoyo, Mariyanto (47) dan awak bus Dali Mas, Ali Rasyidi (45). Menurut keduanya, para awak bus jurusan Bojonegoro-Surabaya, sangat berharap dapat kembali menjalankan kendaraannya untuk memperoleh penghasilan.  "Kami sudah lima hari tidak memperoleh penghasilan," ucapnya.

Padahal, ungkap Mariyanto, petugas keamanan menjanjikan mengamankan Terminal Tambak Osowilangun, Surabaya, ketika keluar keputusan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, pengalihan berhentinya bus trayek Semarang, Jateng-Surabaya, sejak 1 Mei.   "Janji petugas keamanan kalau ada bus yang menghalangi di terminal Tambak Osowilangun Surabaya, akan diderek," ucapnya.
 Kenyataannya, menurut Mariyanto, dibenarkan Ali Rasyidi, aksi blokade yang dilakukan para awak bus Semarang, Jateng-Surabaya di Terminal Tambak Osowilangun, dibiarkan.   "Sekitar 50 bus Semarang digunakan untuk memblokade Terminal Tambak Osowilangun itu," timpal Mariyanto.

Baik Ali Rasyidi juga Mariyanto mengaku, awak bus trayek Bojonegoro-Surabaya tidak beroperasi karena tidak ingin terjadi benturan dengan para awak bus Semarang-Jateng yang berada di Terminal Tambak Osowilangun.

Ia menambahkan, awak bus Bojonegoro-Surabaya menjadwalkan Senin (7/5) akan mendatangi Terminal Tambak Osowilangun, Surabaya, untuk meminta kejelasan dari petugas keamanan bila kendaraan bus Bojonegoro-Surabaya, termasuk Tuban-Surabaya kembali beroperasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Rajekwesi Dinas Perhubungan Bojonegoro, Edy Subroto, Sabtu (5/5/2012) mengatakan, awak bus jurusan Bojonegoro menuju Surabaya yang sejak Selasa (1/5) tidak beroperasi, itu bersedia menjalankan kendaraannya bila ada jaminan keamanan dari petugas kepolisian di Surabaya.

"Jaminan pengamanan dari petugas kepolisian Surabaya yang mereka minta itu meliputi kelancaraan masuk terminal dan tidak ada gangguan dari para awak bus jurusan Semarang-Surabaya yang memblokade Terminal Tambak Osowilangun," katanya mengungkapkan.  
   
Hal senada disampaikan awak bus Margojoyo, Mariyanto (47) dan awak bus Dali Mas, Ali Rasyidi (45). Menurut keduanya, para awak bus jurusan Bojonegoro-Surabaya, sangat berharap dapat kembali menjalankan kendaraannya untuk memperoleh penghasilan.  "Kami sudah lima hari tidak memperoleh penghasilan," ucapnya.

Padahal, ungkap Mariyanto, petugas keamanan menjanjikan mengamankan Terminal Tambak Osowilangun, Surabaya, ketika keluar keputusan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, pengalihan berhentinya bus trayek Semarang, Jateng-Surabaya, sejak 1 Mei.   "Janji petugas keamanan kalau ada bus yang menghalangi di terminal Tambak Osowilangun Surabaya, akan diderek," ucapnya.
 Kenyataannya, menurut Mariyanto, dibenarkan Ali Rasyidi, aksi blokade yang dilakukan para awak bus Semarang, Jateng-Surabaya di Terminal Tambak Osowilangun, dibiarkan.   "Sekitar 50 bus Semarang digunakan untuk memblokade Terminal Tambak Osowilangun itu," timpal Mariyanto.

Baik Ali Rasyidi juga Mariyanto mengaku, awak bus trayek Bojonegoro-Surabaya tidak beroperasi karena tidak ingin terjadi benturan dengan para awak bus Semarang-Jateng yang berada di Terminal Tambak Osowilangun.

Ia menambahkan, awak bus Bojonegoro-Surabaya menjadwalkan Senin (7/5) akan mendatangi Terminal Tambak Osowilangun, Surabaya, untuk meminta kejelasan dari petugas keamanan bila kendaraan bus Bojonegoro-Surabaya, termasuk Tuban-Surabaya kembali beroperasi.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved