Video Mesum Siswa SMKN Gegerkan Pamekasan
Penulis: Suyanto |
PAMEKASAN| SURYA Online- Pihak SMK Negeri 3 Pamekasan, Madura, meminta polisi mengusut pengedar rekaman video mesum siswanya yang kini marak beredar di kalangan pemilik telepon seluler.
Kepala SMK Negeri 3 Pamekasan Tarmudji mengatakan, beredarnya video mesum siswanya di kalangan masyarakat pemilik telepon seluler ini telah membuat citra lembaganya negatif di mata masyarakat. "Makanya kami minta polisi hendaknya bisa mengusut tuntas siapa penyebar video mesum itu," ucapnya, Kamis (1/3/2012).
Video mesum dengan pelaku siswa SMK Negeri 3 Pamekasan ini berduarasi 7 menit 8 detik. Di video itu pasangan muda-mudi terlihat berhubungan badan layaknya suami istri, dan seorang di antaranya mengenakan pakaian seragam SMK Negeri 3 Pamekasan.
Dalam keterangan persnya, Kepala SMK Negeri 3 Tarmudji mengakui, satu di antara pelaku yang terekam dalam video mesum itu memang tercatat sebagai siswanya. Namun, yang bersangkutan telah dipecat sejak beberapa bulan lalu, karena sering tidak masuk sekolah. "Sekarang dia sudah tidak tercatat sebagai siswa SMKN 3 lagi. Tapi kami tetap meminta polisi mengusut penyebar videonya, karena kami curiga, ini untuk menghancurkan nama baik lembaga kami," tukasnya.
Peredaran video mesum yang melibatkan siswa dan pelaku pendidikan di kota yang menerapakan Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam) Pamekasan kali ini, merupakan kali kelima selama kurun waktu 2008 hingga 2012 ini.
Sebelumnya, sejumlah video mesum yang melibatkan seorang oknum guru di salah satu SMP Negeri dan guru TK di wilayah Kecamatan Pakong, serta seorang guru madrasah juga sempat beredar luas dan menghebohkan warga Pamekasan.
Anggota komisi D DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iskandar menilai, maraknya peredaran video mesum yang diperankan oleh pelajar dan oknum pelaku pendidikan di wilayah itu menunjukkan bahwa moralitas pendidikan sudah sangat merosot. "Saya kira pemerintah dan Dinas Pendidikan perlu melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pendidikan, agar kasus asusila bisa ditekan," ujarnya.