Jumat, 1 Mei 2026

Queenera Unggulkan Vokal untuk Rebut Juara BGBI

Tayang:
Penulis: Achmad Pramudito |
Rona ketegangan mewarnai seluruh personel Queenera ketika Andhika Pratama, presenter Boy-Girlband Indonesia (BGBI), Minggu (15/1) malam menahan mereka bersama Sugarfree dan Hunter Boys lantaran disebut dalam posisi tidak aman. Dalam beberapa episode sebelumnya satu-satunya wakil Surabaya yang masih bertahan di ajang penggalian bakat versi SCTV ini memang selalu berada di posisi rawan. Namun, ekspresi Dinda, Talita,Vanessa, Shally, dan Gerbinna kontan berubah ceria ketika Andhika menyatakan Queenera lolos ke babak 4 Besar. Sedang yang harus pulang malam itu adalah Hunter Boys dari Bandung. “Sebetulnya tak terlalu sedih juga kalau misal kami akhirnya gagal malam itu. Sebab, intinya kami hanya ingin memberi yang terbaik buat pemirsa, soal dukungan itu kami sepenuhnya pasrah. Tuhan tentu memberi kami yang terbaik buat kami nantinya,” cetus Dinda ketika dihubungi Surya, Senin (16/1) siang. Yang sama sekali tak diduga, posisi Queenera justru melejit di urutan kedua, posisi yang selama ini selalu ditempati Sunni. Girlband yang mewakili Gresik ini biasanya berada di zona aman, posisi puncak atau kalau pun meleset di urutan kedua. Tetapi, malam itu mereka harus rela turun lagi satu tingkat di nomer tiga. Sedang dukungan terbanyak malam itu diperoleh Raise, dan Sugarfree di urutan buntut (empat). “Bagi kami dukungan pemirsa itu bonus. Yang utama bagi kami adalah memberikan yang kami miliki, yaitu kemampuan vokal dan koreografi sebagai inti dari tampilan sebuah boy-girlband,” imbuh Shally. Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mandala Surabaya ini menegaskan, kebersamaan mereka sebagai sebuah tim harus diutamakan. “Tidak boleh kelihatan menonjol salah satu. Meski kami bertekad memberi sesuatu yang baru, tapi niatan itu tak boleh menggangu kekuatan vokal,” paparnya. Karena itu, lanjut Shally, sejak awal mereka sudah berbagi tugas. “Ada yang mengisi lead vocal, ada yang berimprovisasi, dan yang lain memecah suara. Kami tidak bertumpu pada kekuatan perorangan. Jika ada yang merasa kurang, semaksimal mungkin kami memberi semangat agar terus belajar sehingga bisa menguasai. Jadi tidak ada yang paling jago di Queenera,” tuturnya. Tekad Queenera menunjukkan kualitas vokal yang mereka miliki bukan tanpa alasan. Girlband yang diperkuat cewek-cewek cantik berusia antara 15-19 tahun ini ingin menepis anggapan yang jamak dilontarkan masyarakat bahwa boy-girlband Tanah Air hanya pandai ber-lip sync atau playback dan lebih banyak jual tampang. “Kami ingin tunjukkan Queenera bukan yang seperti itu. Kami punya kekuatan vokal, dan juga bisa menyanyi sambil diiringi koreo,” tegas Shally. Queenera merasa beruntung selama di karantina, mereka mendapat masukan sangat berarti dari Kang Aji untuk urusan vokal, sedang dari Ningrum mereka mendapat binaan di sisi koreografi. “Memang sangat melelahkan, karena hari-hari kami isi dengan latihan dan latihan dari bangun tidur sampai jelang tidur malam,” beber Shally yang sering menjuarai berbagai lomba dance ini. Tetapi, masih kata Shally, apa pun kegiatan yang mereka lakukan, sebisa mungkin tak membuat mereka jenuh. “Ini memang resiko yang harus kami ambil saat menetapkan berangkat ke Jakarta. Kepalang basah ya dibasahin sekalian. Apa pun yang terjadi, ini lah yang kami mau dari semula. Jadi kami harus siap dengan kondisi apapun yang akan kami jalani,” ujar Shally mengutip ucapannya untuk memompa semangat teman-temannya di Queenera. Refreshing ke Dufan Senin (16/1) siang, Queenera bersama kontestan BGBI lain diberi kesempatan refreshing ke Dunia Fantasi (Dufan) untuk menghilangkan ketegangan setelah menjalani masa-masa sulit saat berlaga selama dua hari, Sabtu-Minggu. ‘Hari bebas’ itu diberikan setiap Senin. Sedang Selasa-Rabu mereka diberi materi home schooling untuk mengingat kembali materi pelajaran yang mereka tinggal selama ikut kompetisi di Jakarta. Mulai Selasa-Jumat itu, mereka juga mempelajari materi yang diberikan untuk disajikan pada hari Sabtu-Minggu berikutnya. “Kami di sini terus berupaya melakukan yang terbaik. Selanjutnya tinggal berdoa, dan tentu mohon dukungan doa pula pada orangtua, para guru, dan teman-teman di sekolah, serta masyarakat pemirsa SCTV agar kami bisa tetap bertahan di BGBI,” begitu pinta Talita. Dihubungi terpisah, Wahyuning, ibunda Talita mengungkapkan rasa terima kasih pada jajaran Pemkot Surabaya yang sudah memastikan memberi dukungan pada perjuangan Queenera. “Bu Risma (Wali Kota Surabaya) sudah menyatakan dukungannya, dan berharap masyarakat juga turut memberi dukungan serupa pada Queenera yang jadi wakil Surabaya di pentas nasional ini,” tutur Wahyuning yang diamini Pujiastutik, ibunda Dinda. Ingin memberi dukungan pada Queenera agar tetap bisa bertahan di ajang Boy-Girlband Indonesia? Gampang saja, ketik BGBI QUEENERA dan kirim SMS ke 7288. pra
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved