Kamis, 9 April 2026

Rp 360 Miliar untuk Pabrik Benih di Mojokerto

Penulis: Tri Dayaning Reviati |
SURABAYA I SURYA Online - Masih tingginya pasar benih jagung di dalam negeri mendasari Monsanto Indonesia untuk memperkuat pasarnya di wilayah ini. Ekspansi itu diwujudkan dengan telah dibangunnya pabrik benih dengan investasi sebesar 40 juta dolar AS atau sekitar Rp 360 miliar (asumsi Rp 9.000 per dolar AS) di Mojokerto. Corporate Affairs Lead Monsanto Indonesia Herry Kristanto mengatakan, dibangunnya pabrik benih jagung hibrida diharapkan melengkapi pabrik yang sudah ada di Tuban. Ini berarti, akan kian banyak lagi benih yang bisa dinikmati petani yang ingin mengoptimalkan hasil panennya. “Saat ini kapasitas produksi benih jagung kami sekitar 2.000 ton per tahun. Dengan pabrik baru nanti diharapkan akan menjadi 13.000 ton per tahun,” kata Herry, di sela penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Monsanto Indonesia dengan Habitat for Humanity (HfH) di Surabaya, Selasa (15/11). Menurutnya, potensi pasar benih jagung di dalam negeri dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebagai gambaran, saat ini tersedia lebih dari 3 juta hektare lahan jagung di Indonesia. Sementara untuk setiap hektare dibutuhkan sekitar 15 kilogram (kg) benih jagung. “Meski pemainnya cukup banyak, kita optimistis mampu bersaing, apalagi minat petani untuk beralih dari benih konvensional ke hibrida juga terus bertambah,” jelas Herry. Ia bersyukur selain pasar lokal, benih jagung yang diproduksinya juga diminati sejumlah negara seperti, Vietnam dan Thailand. Sekitar 20 persen produksinya saat ini sudah diekspor ke dua negara tersebut.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved