Jamaah Tua Sering Jadi Sasaran Kejahatan Saat Ibadah Haji
Penulis: Titis Jati Permata |
MEKKAH | SURYA Online - Jamaah usia lanjut paling sering menjadi sasaran kejahatan dan menjadi korban, mengingat mereka umumnya seringkali bingung dan disorientasi,.
"Untuk menghindari tindak kejahatan maka jangan mudah percaya kepada orang yang baru kenal. Modus kejahatan yang digunakan seperti dengan pura-pura menolong dengan menggunakan bahasa daerah jamaah, sehingga akan mudah akrab," kata Kepala Bidang Pengamanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bambang Siswoyo di Mekkah, Selasa (25/10/2011).
Hal tersebut disampaikan menanggapi banyaknya pengaduan dari jamaah yang mengalami tindak penipuan, perampasan serta pencurian.
Dikatakan, dengan makin ramai kedatangan jamaah calon haji dari berbagai negara sehingga potensi kesasar dan disorientasi jamaah usia lanjut sangat besar kemungkinan, apalagi jika mereka tidak bepergian secara berkelompok tapi sendirian.
Jika sudah kesasar, dia mengingatkan agar jamaah segera mencari petugas resmi khusus mengatur jamaah Indonesia yang menggunakan seragam baju warna biru dan memiliki kartu identitas.
Jamaah usia lanjut, katanya, hendaknya saat melakukan ibadah di Masjidil haram mendapat kawalan dari jamaah yang masih muda dalam rombongannya.
"Tujuannya semata-mata untuk melindungi dan mengawasi jamaah yang usia lanjut dari tindak kejahatan dan bisa menolong jika membutuhkan bantuan," kata Bambang.
Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama menunjukkan jumlah jamaah haji yang berangkat tahun ini didominasi wanita sebesar 54,72 persen dan pria 45,27 persen.
Jika dilihat dari usianya maka jamaah berusia 21-30 tahun sebesar 2,65 persen, usia 31-40 tahun sebesar 12,47 persen, usia 41-50 tahun sebesar 28,36 persen, usia 51-60 tahun sebesar 31,97 persen, usia 61-70 tahun 17,26 persen, usia 71-80 tahun 5,68 persen dan usia 81-90 tahun 1,23 persen.