Sate Jamur Rasa Daging Murah Meriah

[caption id="attachment_197626" align="alignleft" width="300" caption="Jamur Tiram"][/caption] Jamur tiram yang marak dibudidayakan menciptakan peluang untuk usaha. Aneka makanan olahan siap jual berbahan baku jamur tiram pantas dicoba untuk pemodal kecil. Oleh: Yuyun Anwar Konsultan dan Penulis Buku Kuliner Indonesia Harga bahan baku yang cukup murah membuat jamur tiram disuka. Kemudahan inilah yang menjadi dasar usaha pengolahan jamur tiram. Ada banyak kreasi yang dapat dilakukan dengan jamur tiram. Jamur tiram yang di samping mudah didapatkan, tekstur dan rasanya bisa diolah menjadi aneka masakan dan olahan yang lebih bernilai. Rasa jamur yang gurih dan sedap membuat jamur dapat diolah menjadi keripik, jamur crispy, atau abon. Sementara teksturnya yang mirip dengan daging dapat diolah menjadi olahan mirip ayam atau daging. Tekstur jamur tiram yang mirip bisa menjadi solusi untuk membuat aneka makanan mirip daging ayam atau sapi. Kelompok vegetarian seringkali menjadikan jamur sebagai alternatif pengganti daging. Keuntungan bahan baku jamur tidak menutup kemungkinan untuk diolah menjadi makanan lebih bernilai atau sebagai bahan pendukung makanan lain. Jamur yang kaya serat dan nutrisi dapat menjadi sumber gizi untuk melengkapi makanan sehari hari. Salah satu alternatif terobosan yang mudah untuk dilakukan adalah sate jamur yang diolah mirip dengan sate daging ayam atau sapi. Tekstur jamur yang kenyal dan bisa dipotong seperti potongan daging membuat jamur tiram memiliki keunggulan tersendiri. Peluang Usaha Sate Jamur Peluang untuk membuka usaha berjualan sate sangat terbuka lebar. Salah satu alasan utama adalah pasar masakan ini sudah tersedia dan besar. Memulai usaha membuka warung sate bisa dari warung sederhana yang menjual masakan sate dan masakan berkuah misal sop atau gulai atau menjadi penyedia sate gerobak keliling. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat awal membuka usaha sate adalah pertama jenis sate yang dijual. Baiknya menjual sate yang dikenal di daerah tempat membuka usaha. Pilih sate yang digemari penghuni di daerah tersebut lalu beri nilai tambah atau sesuatu yang unik sehingga membuat orang menyukai sate kita. Misalnya satenya lebih empuk, berbumbu, murah, bumbunya pedas, dan sebagainya yang memungkinkan orang lebih tertarik untuk membeli sate. Kenali segmen pasar yang dibidik, karena dengan mengetahui segmen pasar, kita bisa menentukan harga jual sate dan pelengkap masakan berkuah yang sesuai. Jika warung sate yang dijual berada di tepi jalan raya besar dan banyak kendaraan mewah lewat, segmen sate bisa ditujukan ke pengendara mobil yang berkantong tebal. Jika lokasi warung satenya di tengah perkampungan, ada baiknya mempertimbangkan daya beli warga kampung tersebut karena bisa jadi pembelinya adalah mereka. Untuk memenuhi kebutuhan sate dengan harga murah ada baiknya melakukan perbandingan harga sate di pasaran karena konsumen ini relatif sangat sensitif dengan perubahan harga. Harga mahal langsung berpindah. Kisaran harga sate per 10 tusuk untuk kelas menengah atas antara Rp 15.000 sampai Rp 20.000. Sementara untuk kelas bawah dipatok harga Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per sepuluh tusuk atau bahkan di bawah harga itu. Manfaat Jamur Tiram Putih Jamur Tiram Putih adalah jamur yang hidup pada kayu-kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah jerami, atau limbah kapas. Dinamakan jamur tiram karena mempunyai flavor dan tekstur yang mirip tiram yang berwarna putih. Tubuh buah jamur ini menyerupai cangkang kerang, tudungnya halus, panjangnya 5-15 cm. Bila muda, berbentuk seperti kancing kemudian berkembang manjadi pipih. Ketika masih muda, warna tudungnya cokelat gelap kebiru-biruan. Tetapi segera menjadi cokelat pucat dan berubah menjadi putih bila telah dewasa. Tangkai sangat pendek berwarna putih. Jamur ini sangat populer saat ini. Teksturnya lembut, penampilannya menarik, dan cita rasanya relatif netral, sehingga mudah untuk dipadukan pada berbagai masakan. Budidayanya juga relatif mudah dan murah hingga sangat potensial dikomersialkan. Jamur tiram selain dapat disayur, jamur tiram juga dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk, keripik, juga sate, dan makanan pengganti daging bagi vegetarian. Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan protein dan serat yang tinggi. Jamur juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin, dan asam askorbat. Vitamin A dan D jarang ditemukan pada jamur, namun dalam jamur tiram putih terdapat ergosterol yang merupakan prekursor vitamin D. Jamur umumnya kaya akan mineral terutama phosphor, mineral lain yang dikandung di antaranya kalsium dan zat besi. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia. Posisinya sebagai makanan sehat mengalahkan tempe. Bahkan bisa dibandingkan dengan daging ayam, kandungan gizi jamur masih lebih komplet, sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. Sate Jamur Bumbu Maranggi Rasa Ayam Bahan Baku - Jamur tiram setelah masak dan kering 500 gr - Tusuk sate, secukupnya - Bumbu Maranggi Rasa Ayam Bahan Bumbu - Gula merah 30 gr - Bawang merah 20 gr - Bawang putih 12 gr - Daun jeruk 2 gr - Kemiri 15 gr - Lengkuas 15 gr - Ketumbar 2 gr - Garam 4 gr - Kaldu ayam bubuk 10 gr - Kulit ayam dihancurkan 30 gr* - Minyak untuk menumis Bumbu Bakar - Kecap 75 gr - Margarin 25 gr [Tab] Cara Membuat: Jamur segar dicuci (dari 1.000 gr) dan dibersihkan. Kukus jamur dalam dandang yang sudah mendidih selama 15-20 menit. Angkat dan dinginkan. Keringkan dengan menggunakan lap sampai air keluar. Potong-potong kecil ukuran 4 x 4 cm agar mirip dengan potongan daging ayam. Pembuatan Bumbu Semua bumbu dihaluskan dan diulek sampai tercampur rata. Tumis bumbu sampai harum. Campurkan kulit ayam yang sudah dihancurkan. Kulit ayam ditambahkan untuk memperkuat rasa ayam. Jika melayani konsumen yang vegetarian, tidak perlu menggunakan kulit ayam. Aduk sampai tercampur rata. Angkat dan tambahkan bumbu dalam potongan jamur kering. Biarkan beberapa jam sampai bumbu meresap. Tusuk jamur dengan menggunakan tusuk sate. Dari 500 gr bahan jamur kering bisa menjadi 20-30 tusuk berdasarkan ukuran masing masing sate yang dikehendaki. Siapkan pembakaran sate yang menggunakan arang. Campurkan kecap dan margarin, aduk rata. Pulaskan kecap di atas tusukan sate. Bakar sampai agak mengering dan harum. Lakukan sampai sate habis. Sajikan dengan sambal tomat dan cabai serta nasi putih.
Penulis: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved