Mencuri Hati Penggemar Sate

[caption id="attachment_197632" align="alignleft" width="300" caption="Sate Jamur Tiram"][/caption] Bersaing dengan pengusaha makanan jadi seperti sate bisa dilihat sebagai pesaing. Akan tetapi, sebaliknya, mereka layak dijadikan bahan belajar. Oleh: Yuyun Anwar Konsultan dan Penulis Buku Kuliner Indonesia Para penjual sate selalu ingin racikannya dikenang sehingga orang akan kembali. Bumbu menjadi ciri khas yang biasanya dimainkan karena mengubah ukuran daging akan berpengaruh terhadap harga. Oleh karena itu biasanya penjual sate memberi variasi pada satenya. Itu dapat ditiru. Aneka sate Nusantara sangat variatif mulai dibedakan dari bahan baku misal ayam, seafood, atau daging kambing serta sapi, sampai jenis bumbunya. Beberapa jenis sate yang terkenal mulai sate Madura, sate Padang, sampai sate Ponorogo memiliki ciri tersendiri sehingga tidak membuat orang bosan. Alternatif usaha yang bisa menjadi terobosan adalah sate jamur yang diolah, sehingga mirip seperti sate ayam dengan aneka bumbu daerah pilihan. Bahan dari jamur memungkin untuk menjual harga sate lebih murah. Sementara itu tekstur dan rasanya yang gurih membuat lidah pembeli tidak akan asing karena hampir sama dengan daging lainnya. Dari sisi nutrisi dan kesehatan, sate jamur bergizi, tidak mengandung lemak, berserat sehingga aman dikonsumsi penderita yang sensitif dengan daging dan lemak. Informasi tentang nutrisi dalam jamur menjadi sarana promosi. Konsumen saat ini cukup peduli dengan isu kesehatan. Jamur yang sejak beberapa waktu lalu dijadikan alternatif pengganti daging karena kandungan gizinya yang tinggi menjadi nilai positif usaha sate jamur. Dari sisi harga sate ini bisa untuk ditujukan bagi kelompok menengah bawah karena harganya lebih murah dibanding ayam atau sapi. Dengan harga murah, konsumen kelompok ini tetap dapat menikmati sate sehat yang lezat. Permainan bumbu menjadi kunci keberhasilan. Satu hal lagi yang dapat digali dari usaha ini adalah peluang untuk kaum vegetarian. mereka membutuhkan bahan makanan tanpa daging yang tetap lezat. Jika ingin melayani kebutuhan kelompok vegetarian, peluang itu menjadi segmen tambahan. Mereka bisa menjadi pembeli setia sate jamur asal konsisten terhadap mutu dan pelayanan, artinya menjaga rasa dan penampilan sate agar tidak berubah. Penurunan kualitas rasa sangat berpengaruh terutama untuk konsumen khusus tersebut. Dengan melihat pasar yang akan dibidik, usaha ini akan lebih terarah. Pemilihan segmen konsumen berpengaruh terhadap harga dan tampilan usaha sate.
Penulis: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved