Teknik Rantai Dingin

Batagor dan siomay menjadi kudapan mengenyangkan yang banyak peminatnya. Usaha ini harus disiasati agar ongkos produksi ditekan, tetapi tetap enak dan sehat. Oleh: Yuyun Anwar Konsultan dan Penulis Buku Kuliner Indonesia Batagor siomay ekononomis, cocok untuk kantong tipis. Meski harganya miring, jangan pernah mengurangi bumbu. Rasa menjadi andalan jika tidak ingin ditinggalkan pelanggan. Siomay dan batagor, khususnya yang dijual untuk kelas menengah bawah, di tengah melonjaknya bahan baku berupa ikan dan ayam, perlu dilakukan penyesuaian. Menaikan harga bisa menjadi solusi tepat bagi pengusaha, tetapi belum tentu bisa diterima oleh konsumen. Hal itu disebabkan daya beli konsumen semakin berkurang. Krisis dan kurangnya bahan baku menjadi salah satu penyebab langkah dan mahalnya bahan baku. Tengiri misalnya. Sebagai bahan yang paling populer untuk siomay dan batagor menjadi sangat mahal dan tidak terjangkau. Menurunnya daya beli konsumen berakibat kurangnya konsumsi karena tidak mampu beli. Salah satu cara untuk menyiasati keadaan adalah melakukan rekayasa untuk membuat adonan agar tetap bermutu dan terjangkau. Dengan begitu usaha siomay batagor tetap berjalan meski daya beli dan harga bahan semakin meroket. Beberapa kalangan dengan kantong tipis tetap menghendaki bisa mengonsumsi batagor dan siomay sesuai dengan kemampuan kantong mereka. Ini pasar potensial yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Mengenal teknik rantai dingin adukan cepat, menjadi cara tepat membuat adonan dengan harga bahan baku ekonomis, tetap kenyal. Teknologi sangat penting untuk membuat mutu produksi makanan konsisten. Membuat siomay batagor dengan cara tradisional dengan hanya mencampurkan adonan tepung dan bahan baku kadang-kadang kurang optimal dari sisi mutu dan harga. Cara tradisional hanya dengan mengaduk bahan utama dengan tepung dan bumbu di satu sisi akan menghasilkan tekstur yang tidak konsisten juga memungkinkan tumbuhnya bakteri karena suhu tidak terjaga dingin. Rantai dingin dengan cara menambahkan bongkahan es menjadi salah satu teknik yang bisa diterapkan sehingga adonan lebih konsisten dan murah. Adukan cepat yakni mencampur adonan bahan utama dengan tepung dalam mesin mixer pencacah/mesin giling bakso bisa menghasilkan adonan yang lebih halus dan konsisten. Lebih Praktis dan Murah Keuntungan menggunakan teknik ini adalah suhu adonan terjaga tetap dingin sehingga bakteri tidak bisa berkembang. Itu berarti menjaga mutu bahan baku dari kebusukan. Suhu dingin membuat protein dalam bahan baku tidak rusak sehingga protein bisa menyerap air banyak. Karena menggunakan mesin kecepatan tinggi, lebih kenyal dan tercampur dengan homogen/rata. Lebih ekonomis, karena bisa menambahkan es batu yang bisa menggantikan bahan utama dan tepung. Meski kenyal adonan tetap lembut. Kelebihan lain cara ini adalah cepat dikerjakan, cukup 5-10 menit. Cara ini sangat praktis dibandingkan dengan diaduk dengan tangan yang dibanting-banting yang membutuhkan waktu lama. Resep biasa pembuatan siomay yaitu tanpa adukan cepat dan rantai dingin bisa dibandingkan dengan hasil akhir perhitungan harga dua resep yang ada pada tabel. Lihat juga perbedaan proses pada resep biasa dan resep dengan adukan dingin. Perhatikan biaya untuk membuat siomay dengan sistem aduk cepat rantai dingin lebih murah dibanding sistem tradisional. Sistem adonan cepat rantai dingin lebih menguntungkan dibanding sistem tradisional. Resep dengan Adukan Manual Tengiri fillet dihaluskan. Bawang putih diulek sampai halus. Campurkan semua bahan menjadi satu sampai tercampur rata. Cara mencampur dengan menggunakan tangan biasa dan diaduk-aduk sampai tercampur rata. Jika sudah rata, tambahkan bawang daun yang sudah dirajang . Ambil satu bagian kulit siomay/pangsit yang sudah jadi. Bungkus satu sendok makan penuh adonan siomay seberat 40 gr. Bentuk menjadi seperti bunga. Lakukan sampai adonan habis. Kukus siomay selama 20 menit sampai masak. Dinginkan. Jika akan dikemas, siomay dimasukkan dalam plastik lalu seal bagian luar sehingga tertutup rapat. Simpan dalam freezer. Akan tetapi, jika akan dijual langsung, siomay bisa dipanaskan lagi dalam pengukus.
Penulis: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved