Mobil Salto 20 Meter, Nenek-Cucu Tewas
Penulis: Heru Pramono |
BANGKALAN l SURYA Online- Kebahagiaan setelah mengantar anaknya berangkat ke Australia hanya sebentar dirasakan Ny Masrifah alias Mbok Pot. Perempuan 70 tahun warga Bangkalan ini tewas dalam kecelakaan tunggal lama tak berselang.
Kecelakaan yang terjadi Jumat (17/6) sekitar pukul 21.00 WIB di jalan akses Jembatan Suramadu itu tidak hanya merenggut nyawa perempuan warga Dusun Bungpoloan, Desa Langkap, Kecamatan Bunreh Bangkalan, tetapi juga sang cucu, Achmad Ghozali (10).
“Bocah itu mengalami luka di kepala hingga otaknya keluar. Sedangkan Masrifah mengalami patah tulang di kaki dan tangan. Kedua jenazah sudah diambil keluarganya,” terang Kepala Kamar Mayat RSUD Syamrabu Bangkalan, Sugiyanto, Jumat (18/6).
Sementara penumpang lainnya yang bernama Anshori (22) mengalami patah tulang pada paha kiri. Kini, korban selamat ini masih dirawat di RSUD. Sedangkan penumpang lainnya hanya mengalami luka lecet dan sudah pulang dari rumah sakit.
Pada malam nahas itu, Mbok Pot dan tujuh anggota keluarganya baru pulang dari mengantar sang anak, Solihin ke Bandara Internasional Juanda untuk terbang ke Australia. Mereka naik Daihatsu Taruna merah L 1104 YW yang dikemudikan Saklani (45) dengan kecepatan sedang.
Sampai di lokasi kecelakaan, tepatnya di Kampung Tangkel, Desa Burneh, Kecamatan Burneh, ban belakang kanan mobil itu pecah. Karena mendadak, diduga Saklani kaget dan tidak segera bisa menguasai kendaraan.
Akibatnya mobil itu oleng ke kanan dan berguling beberapa kali. Bahkan kendaraan itu terus menerabas pembatas jalan, melewati jalur berlawanan (arah Surabaya) dan berakhir di sawah. Sekitar 20 meter mobil berikut penumpangnya berguling-guling sebelum berhenti dalam keadaan ringsek.
Akibatnya, Mbok Pot yang duduk di jok tengah bersama Achmad Ghozali tewas seketika dengan beberapa luka di bagian tubuhnya.
Kejadian ini menjadi perhatian para pengendara yang malam itu melintas menuju Surabaya. Warga dibantu jajaran Laka Lantas Polres Bangkalan, mengevakuasi korban. Sementara kondisi Taruna warna merah itu bodinya remuk dengan kaca depan pecah, ban bagian depan rusak dan kap mobil remuk.
Berdasarkan keterangan Saiful, salah satu keluarga korban, kedua korban tersebut pergi bersama enam anggota keluarga lainnya untuk mengantarkan Solihin (33), putra korban ke Bandara Juanda dengan tujuan Australia. “Solihin berlayar ke Australia,” jelasnya Sabtu (18/6).
Atas kejadian ini, lanjut Syaiful, Solihin yang baru tiba di Australia berniat kembali dari Australia setelah mendengar kabar bahwa ibu dan keponakannya tewas setelah pulang dari Juanda. “Sekarang tinggal mengurus surat-suratnya untuk pulang,” paparnya.
Jenazah kedua korban langsung dikebumikan pada Sabtu (18/6) setelah beberapa putra lainnya yang berada di Jakarta dan Bali berdatangan. Sedangkan Solihin sendiri belum tiba dari Australia.
Kapolres Bangkalan AKBP Kasero Manggolo melalui Kasatlantas AKP Noerijanto mengatakan, kejadian malam tersebut adalah kecelakaan tunggal. Ia menjelaskan, penyebabnya adalah pecah ban kanan belakang saat melintas di akses Suramadu. “Mobil oleng dan tidak terkendali,” terangnya.
Noerijanto yang langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengevakuasi korban meninggal dan lainnya yang hanya mengalami luka ringan. “Mobil langsung kami derek malam itu juga. Sementara korban meninggal dan luka ringan kami kirim ke rumah sakit,” paparnya.
Semakin maraknya kecelakaan hingga merenggut korban jiwa, Noerijanto mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada di jalur Suramadu yang terkenal lurus dan mulus.
Ia menambahkan, beberapa fasilitas pendukung seperti minimnya penerangan jalan umum (PJU) sepanjang akses menjadi salah satu meningkatnya kecelakaan. “Kami sudah dua kali mengirimkan surat ke pihak pengelola Suramadu. Namun belum mendapatkan jawaban,” tandasnya.
Dari data yang berhasil dihimpun, sejak diresmikannya jembatan sepanjang 5,4 km itu, kecelakaan lalu lintas di akses Suramadu sepanjang 12 km itu, terhitung sejak tahun 2009 hingga 2010 tercatat sebanyak 49 kejadian.
Data itu menunjukkan, sebanyak 20 nyawa orang melayang, 11 mengalami luka berat, 49 mengalami luka ringan. Sebanyak 15 orang meninggal karena kecelakaan yang terjadi di malam hari. Sedangkan sisanya korban laka di singa hari.
st32