Menyiasati Ruang Tamu Sempit
Penulis: Heru Pramono |
Kebiasaan bertamu mulai surut. Fungsi ruang tamu pun makin berkurang. Apalagi rumah mungil tidak banyak memberi ruang untuk jajaran kursi dan meja yang jarang digunakan. Jika masih menginginkan ruang tamu, siasati saja supaya tetap nyaman meski sedikit sempit.
Pilih furnitur berukuran mungil juga. Tidak perlu memasang satu set sofa, tetapi pilih satu sofa dengan dua dudukan (two seater), satu sofa single seater, dan sebuah meja kecil (coffee table). Model sofa sebisa-bisanya ramping supaya tidak memenuhi ruangan. Jika masih mengganggu sirkulasi penghuni, pasang saja sofa dua dudukan, satu meja, dan jika masih ada tempat, satu meja sudut. Sofa diletakkan bersandar ke dinding. Sofa tanpa sandaran atau tanpa lengan, berwarna terang dengan ukuran yang kecil yaitu sekitar 50 cm dari ukuran normal yang 80 cm.
Tamu-tamu yang biasanya diterima di ruangan ini adalah tamu formal. Jika hanya ada satu sofa dua dudukan, saat tamu duduk, pemilik rumah harus mengambil kursi lain. Tidak masalah, daripada memasang satu kursi permanen yang membuat sumpek ruangan. Jika tamu yang datang cukup akrab, lebih baik diterima di ruang keluarga.
Cara klasik membuat ruang lebih lega adalah dengan memasang cermin besar. Dengan demikian, mata akan menangkap ilusi ruang lebih luas. Trik lain adalah membedakan ruangan melalui perbedaan cat tembok. Pilih cat berwarna cerah agar tidak berkesan sempit. Bukan hanya warna cerah yang dapat membuat sempit, pemakaian jendela lebar juga meluaskan ruangan. Biarkan jendela terbuka dan area di luar seolah menyatu dengan ruang tamu. Sinar matahari yang cerah membuat ruangan lebih lega.
Ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan jadi ajang yang tepat untuk memainkan warna. Selain menambah nilai ruang, permainan warna dapat menjadi pembatas maya dan membedakan ruang tamu dengan ruang lainnya.
Namun perlu diingat, walaupun cerah, warna-warna ini cenderung gelap sehingga mesti hati-hati dalam mengaplikasikannya. Ruangan yang tertutup dan kurang cahaya sebaiknya menghindari warna-warna ini karena bisa membuat ruang jadi terasa menekan.
Selain menggunakan warna cerah, ruang tamu juga bisa dibuat dengan kombinasi warna natural. Warna natural ini biasanya diambil dari warna alam, misalnya: cokelat, krem, dan putih. Putih menjadi favorit karena warna itu mengimbangi warna gelap lain. Warna putih juga memantulkan cahaya, sehingga ruangan terlihat menjadi lebih luas. Jika bosan dengan putih, pilihan warna lain adalah krem atau hijau muda yang memiliki efek sama.
Jika tidak ingin mengganti cat tembok, pasang saja karpet berukuran kecil. Karpet itu menjadi batas antara ruang tamu dan ruang lain. Pembatasan wilayah seperti itu cukup efektif membagi ruang tanpa mengurangi luas sesungguhnya. Selain karpet, bantal kursi warna-warni juga membuat ruang menjadi cerah. Agar tidak berkesan berantakan, pilih warna senada atau mengambil salah satu dari warna yang dominan. Cara ini cukup praktis karena tinggal mengganti sarung bantal, suasana berbeda.
Lukisan sebagai hiasan dinding memberi suasana berbeda. Hindari hiasan dinding yang ramai, penuh pernik, dan berukuran besar. Warna lukisan sebaiknya kalem dan netral seperti cokelat, hijau, atau biru laut. 
ido/hdc