Kamis, 16 April 2026

Anjurkan Istri Layani Suami seperti 'Pelacur Kelas Atas'

Penulis: Heru Pramono |
TAAT - Ketua Kelompok Istri Taat Suami, Rohaya Muhammed  di Malaysia. Foto : Ist

Setelah diperkenalkan di Malaysia, Sabtu (4/6) lalu, Obedient Wives Club (OWC) alias “klub istri patuh” akan membuka cabang di Indonesia. Situs New Strait Times melansir OWC bakal di-launching di Jakarta, Kamis (9/6).

Masih ingat dengan Global Ikhwan Malaysia Poligami Club yang membuka cabang di Bandung pada Oktober 2009 lalu? Kelompok poligami tersebut menjadi polemik. Penolakan merebak luas. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga merasa perlu berkomentar dengan menyebut klub poligami tak patut didirikan.

Kini, setelah hampir dua tahun, Global Ikhwan kembali merambah Indonesia. Kali ini lewat “merek” klub istri patuh.

Grup istri patuh didirikan Global Ikhwan dan pertama kali dibuka di Yordania pada 1 Mei lalu. Cabang kedua ada di Kuala Lumpur dan yang ketiga rencananya di Jakarta. OWC mengklaim telah memiliki anggota sekitar 1.000 orang dengan 800 di antaranya berada di Malaysia.

Rohaya Mohamed, presiden OWC, mengatakan, ide pembentukan klub ini untuk mencegah para suami berselingkuh. Menurutnya, istri terkadang melupakan tugas mereka sebagai istri, termasuk memuaskan suami mereka di ranjang.

OWC menganjurkan para istri melayani suami mereka seperti 'pelacur kelas atas'. Menurut laporan media setempat, tingkat perceraian muslim di Malaysia dari 2002 hingga 2009 lebih tinggi dari non-muslim dengan fakta muslim di Malaysia adalah mayoritas.

“Wanita yang gagal memenuhi kebutuhan suaminya membuat pernikahan rentan retak. Suami yang menikahi istri yang sebaik atau lebih baik dari pelacur di ranjang tidak akan punya alasan untuk selingkuh," ujar Rohaya dilansir The Star.

Di Malaysia, klub ini memang cukup mendapat dukungan. Pimpinan Perak, Tan Sri Harussani mengatakan, perempuan perlu diingatkan pada peranan dan tanggung jawabnya kepada suami.

Harussani yang melarang tari poco-poco di Perak, menyebut generasi sekarang sudah melupakan budaya mereka dan klub ini bisa menjadi solusi masalah sosial. "Di Islam pun, seorang istri bisa tidak patuh pada suaminya jika apa yang suaminya lakukan tidak sesuai ajaran agama," ujarnya.

Sementara Maznah Taufik, pengikuti klub ini mengatakan, beberapa perempuan menikah karena senang, tetapi tidak mengetahui tanggung jawabnya. "Istri yang patuh berarti mencoba menghibur suaminya, tidak hanya soal makanan dan pakaian," ujarnya.

Tetapi, di Indonesia situasinya berbeda. Hingga H-2 dari rencana launching OWC di Jakarta, belum ada komentar dukungan dari tokoh-tokoh di Indonesia. Yang ada adalah pertentangan dari para aktivis HAM.

Husein Muhammad, komisaris Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengatakan klub ini adalah indikasi mundurnya perlakuan terhadap perempuan.

Ia juga mengatakan, orang-orang yang memperlakukan wanita seperti itu tidak tahu bagaimana menafsirkan makna Islam. “Ini pelanggaran terhadap perempuan, karena perempuan memiliki hak untuk menjadi independen dan harus dihormati sebagai manusia. Saya melihat ini sebagai perbudakan gaya baru, dan sayangnya mereka melakukannya atas nama agama,” ujarnya.

Reaksi juga datang dari komunitas dunia maya. Beberapa komentar menarik muncul mengomentari tulisan The Jakarta Globe perihal rencana pembukaan cabang OWC di Jakarta. Pengomentar dengan nama Asoegenie berkomentar dengan meyakini grup ini tidak akan pernah diizinkan berdiri di Jakarta.

Menurutnya, grup hak Asasi Perempuan di Indonesia pasti akan memprotes keras. Sementara pengomentar dengan nama Jachay menyebut berita ini layaknya sampah, sia-sia. Dia bahkan dengan kocak menyebut klub Suami Tidak Patuh juga bakal segera dibuka di Jakarta.

Toh, meski sudah mendapat sambutan tidak ramah, Rohaya Mohamed memaklumi bahwa tidak ada yang sepakat dengan klubnya tersebut. “Semua bebas mengelurkan pendapat sesuai dengan pola pikir masing-masing,” ujar Rohaya. Hadi Santoso

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved