Dim Sum Kaki Lima Rasa Resto

Dim sum, makanan unik dan cantik dari China, akhir-akhir ini sangat populer dan banyak penggemar. Alasan utama makanan ini menjadi favorit karena lezat dan cantik. Oleh: Yuyun Anwar Konsultan dan Penulis Buku Kuliner Indonesia Dim sum berarti cantik dan kecil, menunjukkan penampilan yang menarik. Dengan bentuk kecil, saat menyantap cukup dengan sekali atau dua kali telan. Makanan ini indah disajikan dan mengugah selera makan. Dim sum paling banyak disajikan di hotel dan restoran mewah dan dikenal sebagai makanan kelas atas yang harganya juga cukup mahal. Dim sum yang dulunya dinikmati saat makan pagi ditemani dengan secangkir teh, sekarang mulai berkembang disajikan tidak hanya pagi hari. Beberapa restoran besar yang terkenal menyajikan aneka dim sum mulai bubur, bakpao, dim sum manis, asin, goreng, dan juga kukus. Bahkan saat ini supermarket besar juga menjual dim sum siap saji. Acara perhelatan perkawinan, pesta, atau perayaan hari khusus seringkali menyiapkan makanan yang satu ini sebagai hidangan. Berkembangnya dim sum tidak hanya di kalangan atas, tetapi kalangan bawah juga menggemari. Kendalanya pada harga yang tidak terjangkau. Dim sum seolah makanan khusus orang kaya. Era krisis saat daya beli konsumen semakin turun bukan berarti hilangnya kesempatan untuk usaha dim sum. Agar dim sum terjangkau ada baiknya menjual dim sum tidak hanya di ruang ber-AC, tetapi juga bisa dijual di tepi jalan yang ramai. Melihat peluang itu, kini banyak yang mengembangkan usaha dim sum kaki lima. Dengan lokasi yang tidak memerlukan pendingin ruangan, harga dim sum dapat ditekan sehingga pasarnya terbuka. Dengan harga terjangkau, makanan hotel dan restoran itu segera mendapatkan pelanggan. Beberapa tempat usaha memilih hari tertentu atau pada jam tertentu untuk berjualan. Minggu atau hari libur adalah saatnya mengenalkan usaha dim sum. Seringkali muncul pedagang dim sum kaki lima di alun-alun, tempat bermain, atau tempat ramai lainnya. Pengenalan pagi hari itu seperti cara yang dilakukan penjual bubur ayam ketika akan berpromosi. Minggu pagi, ketika orang usai berolahraga adalah sasaran paling tepat para penjual bubur ayam. Dengan hidangan hangat, gurih, sekaligus terjangkau, orang mulai mencoba bubur ayam. Tidak heran bila akhirnya bubur ayam naik pamor menjadi menu sarapan paling ditunggu di area yang sering dijadikan tempat berolahraga. Cara yang dilakukan penjual bubur ayam itu bisa diterapkan. Jika orang sudah mulai terbiasa makan pagi dengan bubur ayam yang dijual dalam gerobak atau mobil, mengapa dim sum tidak dicoba? Bubur ayam disuka karena tidak terlalu berat di perut, berbeda dengan menu nasi komplet. Jika demikian, seharusnya dim sum juga bisa mencuri perhatian lewat sajiannya yang ringan tetapi mengenyangkan. Rasanya juga sudah familiar di lidah orang lokal. Keunggulannya adalah penampilan yang cantik dan sajian yang selalu hangat. Oleh karena dijual di kaki lima, investasinya tidak terlalu besar. Apalagi jika bahannya dibuat sendiri, pasti akan lebih murah. Tinggal menyiapkan gerobak yang menarik perhatian dengan perlengkapan penghangat, usaha bisa dimulai. Dim sum, sebenarnya bisa dibuat oleh setiap orang. Jika ingin membuat sendiri sebaiknya belajar dari literatur masakan atau mengikuti kursus masak yang banyak tersebar. Atau jika ingin praktis, bisa membeli aneka dim sum beku yang banyak dijual di supermarket atau distributor makanan beku. Yang perlu diperhatikan adalah mutu makanan yang dibeli harus bagus. Rasa dan bentuk dim sum siap saji tidak kalah dari buatan koki hotel. Pastikan saus pendampingnya enak dan cocok, sehingga dim sum yang dijual benar benar diterima konsumen. Agar Dim Sum Tetap Enak Agar dim sum tetap enak dan tampil cantik, perhatikan hal hal penting yang dapat memengaruhi rasa dan penampilan dim sum. Beberapa cara agar dim sum yang kita sajikan tetap menarik adalah sebagai berikut. Jangan membiarkan dim sum kukus terlalu lama dimasak sehingga sampai bentuknya menjadi “kisut” atau kering. Pastikan bahwa memasak ulang dim sum dalam pengukus kecil (biasanya dari bambu) tidak terlalu lama berada di atas api untuk dipanaskan. Dim sum paling enak disajikan panas. Simpan suhu dingin dengan membawa stok dim sum yang akan dimasak dalam tempat khusus, bisa menggunakan kulkas atau cooler box atau sterefoam dengan ditambah bongkahan es. Udara panas di samping memicu tumbuhnya bakteri sehingga dim sum mudah basi, juga merusak penampilan dim sum menjadi lembek. Dengan menyimpan dim sum dalam suhu dingin sebelum disajikan maka kesegeran dan kelezatan terjamin. Dim sum tidak kecut, basi, atau berubah rasa. Jangan menggoreng dim sum dalam jumlah banyak lalu menata di tempat display begitu lama. Dim sum akan melempem dan kurang krispi. Pastikan dim sum yang dijual masih dalam kondisi hangat sehingga lebih nikmat saat disantap. Jika dim sum dibuat sendiri, pastikan bahwa bahan baku dan tepung pendukung yang digunakan untuk membuat dim sum adalah dari bahan bermutu bagus dan aman untuk dikonsumsi. Perhatikan cara pembuatannya benar-benar sesuai standar sehingga rasanya lebih konsisten. Oleh karena dim sum harus cantik, maka penyusunan dalam penyimpanan harus diperhatikan. Jangan menumpuk makanan terlalu banyak, sehingga bagian terbawah tergencet dan rusak bentuknya. Pastikan disusun sendiri-sendiri dalam sekat yang aman dan bebas dari kemungkinan lengket dengan produk lainnya serta tertumpuk dengan makanan lain, sehingga bentuknya rusak.
Penulis: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved