Anggota Dewan Muntah
Tayang:
Penulis: Cak Sur |
[caption id="attachment_172096" align="alignleft" width="300" caption="MUNTAH - Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan saat sidak sarang kelelawar di bangunan SDN 1 Nguling, Senin (9/5). Foto: surya/abdus syukur "]
[/caption]
PASURUAN | SURYA - Baru beberapa menit merasakan ‘penderitaan’ siswa SDN 1 Nguling yang harus menghirup bau tak sedap dari kotoran kelelawar di lokasi tempat mereka belajar, seorang anggota DPRD Kabupaten Pasuruan langsung muntah-muntah. Itu terjadi ketika empat anggota dewan dari Komisi D ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah yang dihuni ribuan kelelawar sejak empat tahun terakhir tersebut, Senin (9/5).
Begitu tiba di lokasi sekolah dimaksud, keempat anggota dewan, masing-masing Aida Fitriati dari FKB, Ni’mah Jamilah (F-Demokrat), Ida Wahyuni (F-Gerindra), serta Suharlik (Golkar) langsung melihat lokasi ruangan yang dihuni kelelawar di lantai dua.
Waktu melihat ruang-ruang itulah, tak sampai sepuluh menit, salah seorang anggota dewan, yakni Ni’mah Jamilah mendadak mual. Ia tidak tahan dan spontan berlari keluar menuruni tangga menuju toilet.
Dia muntah-muntah, setelah menyaksikan banyaknya kotoran kelelawar yang berserakan di lantai. “Belum sampai di ruangan, bau menyengat sudah sangat terasa. Apalagi saya kecapaian, kalau melihat sesuatu yang menjijikkan atau bau menyengat seperti itu, membuat saya tidak tahan. Perut saya mual-mual,” ujar Ni’mah Jamilah, sambil senyum menahan malu.
Dikatakan, bau kotoran tersebut sudah terlalu parah karena sangat menyengat. Oleh karena itu, renovasi harus segera dilakukan, termasuk menyelamatkan sejumlah aset yang tidak terurus seperti bangku dan papan tulisnya agar kelak bisa dipergunakan lagi.
“Semestinya ruangan dan aset-aset itu harus tetap dibersihkan dari tumpukan ‘misis’ yang menggunung. Apalagi di salah satu ruangan itu juga terdapat tulisan Kebersihan Pangkal Kesehatan, tapi kenyataannya jauh. Sekolah kan bisa menyimpannya dan sewaktu-waktu bisa digunakan lagi. Jika dibiarkan terbengkalai seperti itu tentu mubadzir,” imbuh Ni’mah Jamilah.
Seperti diketahui, empat ruangan bagian atas di SDN Nguling, yakni dua ruang pertemuan (untuk aula dan pramuka), ruang pusat kegiatan guru (PKG) dan perpustakaan, dihuni ribuan kelelawar sejak empat tahun lalu. Selain mengakibatkan ruangan rusak dan atap plafon jebol, ribuan kelelawar tersebut juga menimbulkan bau busuk yang menyengat. Suaranya yang bising juga mengganggu kegiatan belajar siswa.
Puskesmas Nguling sebelumnya telah membagikan masker kepada ratusan siswa di sekolah tersebut. Meski demikian, kuatnya bau kotoran yang menyengat tak cukup dilawan hanya dengan masker. Apalagi, tidak semua siswa merasa nyaman saat mengenakan masker saat berada dalam ruangan.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pasuruan, Aida Fitriati menyatakan, keberadaan kelelawar tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Sekolah tersebut harus segera direnovasi agar bisa digunakan secara layak.
“Ini sangat mengganggu kesehatan para siswa di sekolah ini. Jika dibiarkan, keberadaannya akan semakin banyak serta bisa saja menghuni lokasi lain seperti rumah warga di sekitar sekolah. Makanya harus secepatnya direnovasi, kalau bisa tahun ini dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Itu akan menjadi prioritas usulan kami,” tandasnya.
Untuk kepentingan jangka pendek, Aida berharap keberadaan ribuan kelelawar itu segera dimusnahkan. Demikian pula dengan ruangannya, segera dibersihkan. “Tapi harus hari-hati. Jangan sampai proses pemusnahan dan pembersihan tersebut, justru menimbulkan dampak baru bagi warga di sekitarnya,” katanya.
Ia meminta proses pembersihan dilakukan bersama-sama, melibatkan Dinas Pendidikan, Kesehatan, dan Peternakan. Karena jika tidak, dikhawatirkan makin meluas.
Kepala SDN Nguling 1, Suyono tidak berkomentar banyak dengan sidak yang dilakukan keempat anggota dewan tersebut. Ia menilai, langkah yang diambilnya sudah cukup.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi berjanji segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait. “Pihak Dinas Kesehatan akan mengusir kelelawar-kelelawar tersebut dan tentu saja tetap memperhitungkan agar warga di sekitarnya tidak terdampak. Penanganannya dilakukan dengan cara penyemprotan atau pengasapan,” kata Iswahyudi.
Disebutkan, penanganan ribuan kelelawar di SDN Nguling itu tidak dapat dilakukan sembarangan karena keberadaannya merupakan fenomena alam.
“Sedangkan untuk renovasi gedung, akan diupayakan tahun ini. Anggarannya akan diajukan melalui DAK atau Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Pasuruan tahun ini. Terpenting kami akan berupaya menanganinya semaksimal mungkin,” tegas Iswahyudi.
[/caption]
PASURUAN | SURYA - Baru beberapa menit merasakan ‘penderitaan’ siswa SDN 1 Nguling yang harus menghirup bau tak sedap dari kotoran kelelawar di lokasi tempat mereka belajar, seorang anggota DPRD Kabupaten Pasuruan langsung muntah-muntah. Itu terjadi ketika empat anggota dewan dari Komisi D ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah yang dihuni ribuan kelelawar sejak empat tahun terakhir tersebut, Senin (9/5).
Begitu tiba di lokasi sekolah dimaksud, keempat anggota dewan, masing-masing Aida Fitriati dari FKB, Ni’mah Jamilah (F-Demokrat), Ida Wahyuni (F-Gerindra), serta Suharlik (Golkar) langsung melihat lokasi ruangan yang dihuni kelelawar di lantai dua.
Waktu melihat ruang-ruang itulah, tak sampai sepuluh menit, salah seorang anggota dewan, yakni Ni’mah Jamilah mendadak mual. Ia tidak tahan dan spontan berlari keluar menuruni tangga menuju toilet.
Dia muntah-muntah, setelah menyaksikan banyaknya kotoran kelelawar yang berserakan di lantai. “Belum sampai di ruangan, bau menyengat sudah sangat terasa. Apalagi saya kecapaian, kalau melihat sesuatu yang menjijikkan atau bau menyengat seperti itu, membuat saya tidak tahan. Perut saya mual-mual,” ujar Ni’mah Jamilah, sambil senyum menahan malu.
Dikatakan, bau kotoran tersebut sudah terlalu parah karena sangat menyengat. Oleh karena itu, renovasi harus segera dilakukan, termasuk menyelamatkan sejumlah aset yang tidak terurus seperti bangku dan papan tulisnya agar kelak bisa dipergunakan lagi.
“Semestinya ruangan dan aset-aset itu harus tetap dibersihkan dari tumpukan ‘misis’ yang menggunung. Apalagi di salah satu ruangan itu juga terdapat tulisan Kebersihan Pangkal Kesehatan, tapi kenyataannya jauh. Sekolah kan bisa menyimpannya dan sewaktu-waktu bisa digunakan lagi. Jika dibiarkan terbengkalai seperti itu tentu mubadzir,” imbuh Ni’mah Jamilah.
Seperti diketahui, empat ruangan bagian atas di SDN Nguling, yakni dua ruang pertemuan (untuk aula dan pramuka), ruang pusat kegiatan guru (PKG) dan perpustakaan, dihuni ribuan kelelawar sejak empat tahun lalu. Selain mengakibatkan ruangan rusak dan atap plafon jebol, ribuan kelelawar tersebut juga menimbulkan bau busuk yang menyengat. Suaranya yang bising juga mengganggu kegiatan belajar siswa.
Puskesmas Nguling sebelumnya telah membagikan masker kepada ratusan siswa di sekolah tersebut. Meski demikian, kuatnya bau kotoran yang menyengat tak cukup dilawan hanya dengan masker. Apalagi, tidak semua siswa merasa nyaman saat mengenakan masker saat berada dalam ruangan.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pasuruan, Aida Fitriati menyatakan, keberadaan kelelawar tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Sekolah tersebut harus segera direnovasi agar bisa digunakan secara layak.
“Ini sangat mengganggu kesehatan para siswa di sekolah ini. Jika dibiarkan, keberadaannya akan semakin banyak serta bisa saja menghuni lokasi lain seperti rumah warga di sekitar sekolah. Makanya harus secepatnya direnovasi, kalau bisa tahun ini dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Itu akan menjadi prioritas usulan kami,” tandasnya.
Untuk kepentingan jangka pendek, Aida berharap keberadaan ribuan kelelawar itu segera dimusnahkan. Demikian pula dengan ruangannya, segera dibersihkan. “Tapi harus hari-hati. Jangan sampai proses pemusnahan dan pembersihan tersebut, justru menimbulkan dampak baru bagi warga di sekitarnya,” katanya.
Ia meminta proses pembersihan dilakukan bersama-sama, melibatkan Dinas Pendidikan, Kesehatan, dan Peternakan. Karena jika tidak, dikhawatirkan makin meluas.
Kepala SDN Nguling 1, Suyono tidak berkomentar banyak dengan sidak yang dilakukan keempat anggota dewan tersebut. Ia menilai, langkah yang diambilnya sudah cukup.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi berjanji segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait. “Pihak Dinas Kesehatan akan mengusir kelelawar-kelelawar tersebut dan tentu saja tetap memperhitungkan agar warga di sekitarnya tidak terdampak. Penanganannya dilakukan dengan cara penyemprotan atau pengasapan,” kata Iswahyudi.
Disebutkan, penanganan ribuan kelelawar di SDN Nguling itu tidak dapat dilakukan sembarangan karena keberadaannya merupakan fenomena alam.
“Sedangkan untuk renovasi gedung, akan diupayakan tahun ini. Anggarannya akan diajukan melalui DAK atau Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Pasuruan tahun ini. Terpenting kami akan berupaya menanganinya semaksimal mungkin,” tegas Iswahyudi. KOMENTAR