Gentingnya Berkualitas Tinggi
Penulis: Cak Sur |
[caption id="attachment_168883" align="alignleft" width="300" caption="MARKAS MARINIR - Keberadaan Tank menjadi tanda pintu masuk ke Bumi Marinir yang menjadi kebanggaan Kampung Karangpilang. Basis pertahanan AL tersebut dibanggakan Presiden Soekarno sejak tahun 1956. Foto: surya/ahmad zaimul haq "]
[/caption]
Bumi marinir yang dibanggakan Soekarno di tahun 1956 masih menunjukkan kemegahannya hingga saat ini, hampir separuh wilayahnya adalah kawasan militer, inilah Karangpilang.
Ika Puspita -Lailatul Badriyah
Surabaya
Kampung Karangpilang terletak di Jl Raya Mastrip-Karangpilang arah menuju Kota Gresik. Kawasan jalan di daerah ini terkenal dengan kawasan padat lalu lintas.
Bagaimana tidak, jalan di kawasan ini adalah akses bagi truk, trailer, dan tronton dari luar kota menuju Surabaya untuk pengiriman barang.
Batas wilayah kelurahan ini yaitu sisi utara Kelurahan Karangpilang adalah Kebraon, sisi selatan adalah Warugunung, bagian timur Kecamatan Taman, dan sisi sebelah barat berbatasan dengan Balas Klumprik.
Karangpilang dahulu bernama Karangpong, tidak ada yang mengetahui tentang sejarah cikal bakal terjadinya Desa Karangpilang. Namun, yang diingat masyarakat ketika membicarakan Karangpilang adalah Markas Besar Marinir dan Gunung Bajulnya.
Di Gunung Bajul sebagai ikon wilayah ini, dahulu di Karangpilang terdapat bangunan benteng terkenal yang di bangun oleh Belanda sebagai pertahanan perang pada masa penjajahan, benteng ini dikenal dengan sebutan Benteng Botol.
Namun, sekarang bangunan itu sudah rata dengan tanah dan kini digunakan sebagai kolam untuk membersihkan tank-tank yang ada.
Daerah ini mayoritas merupakan markas besar milik TNI-AL, karena pada saat zaman perang, daerah ini diresmikan oleh Presiden Soekarno sebagai basis pertahanan TNI-AL, dan akhirnya berlanjut sampai sekarang.
Meskipun disebut sebagai Bumi Marinir, namun pekerjaan rata – rata penduduk di sini tidak hanya dari TNI saja, tetapi pekerjaan utama mereka adalah swasta dan wirausaha.
Karena saat ini Karangpilang tidak hanya dihuni keluarga yang berasal dari kalangan TNI saja, namun penduduk pendatang pun sudah mulai berdatangan.
Rata-rata penduduk di Karangpilang bekerja sebagai karyawan pabrik genting dan berjualan seperti berjualan makanan ringan, gorengan, es, dan lainnya.
Ini dikarenakan banyak sekolah-sekolah SD, sehingga oleh warga di manfaatkan sebagai lahan berjualan.
Di kelurahan ini terdapat Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 24, Markas Besar Batalyon Tank PIM Marinir Karangpilang, Perumahan Bumi Marinir, dan yang tak kalah terkenalnya adalah pabrik genting Karangpilang.
Pabrik genting di sini dibangun sekitar tahun 1956 dan terkenal dengan kualitasnya yang bagus.
Kegiatan organisasi di kelurahan banyak didominasi kaum perempuan, salah satunya adalah kegiatan ibu-ibu PKK. Untuk kegiatan UKM nya belum ada yang berkembang, mayoritas usaha wiraswasta di sana dimiliki atas nama personal, misalnya, usaha jamu instan, tempe, jamur, pot keramik, dan rajutan keset.
Namun, usaha milik individu ini kini mulai diberikan dalam pelatihan-pelatihan UKM, agar kampung ini lebih produktif dalam hal kewirausahaan.
“Tahun ini sudah mulai pengerjaan sentra utama UKM di kawasan Jalan Merpati,” tutur Ilham selaku kasi perekonomian Kelurahan Karangpilang.
Ternyata kampung ini juga memiliki beberapa prestasi di bidang olahraga dan masakan. Di antaranya tahun 2009 juara I rujak ulek tingkat kota, kemudian tahun 2010 juara II futsal dan voli tingkat kota Surabaya.
“Pada tanggal 24 April, Karangpilang mengadakan Gelar Jamur sebagai titik awal adanya UKM di sini,” jelas Ilham.
Beberapa tahun lalu warga Karangpilang sempat risau akibat penggusuran tanah milik mereka lantaran adanya rencana pembangunan jalan tol yang membuat sebagian wilayah Karangpilang ikut terkena imbas pembangunan itu.
Menurut Sekretaris Kelurahan Karangpilang Suhari, wilayah yang terkena imbas jalan, sebagian ada yang sepakat. Namun, sebagian warga lainnya ada yang tidak sepakat, meskipun pembayaran sudah berlangsung selama lima kali.
“Terakhir tanggal 4 April lalu, pihak PT Jasa Marga membayar ke warga Karangpilang,” jelas Suhari.

Berita Terkait