Selasa, 16 Juni 2026

Terkenal Gorengannya

Tayang:
Penulis: Cak Sur |
[caption id="attachment_167724" align="alignleft" width="300" caption="GANG SIMO - Pintu masuk gang Simokerto V yang merupakan awal keberadaan Kampung Simokerto, Surabaya. Beragam suku dan etnis warga kampung Simokerto hidup dengan toleransi tinggi yang membuat kondisi kampung jauh dari permasalahan antarwarga. Foto: surya/ahmad zaimul haq"][/caption] Beragam suku dan etnis warga Kampung Simokerto membawa semangat tersendiri bagi warganya untuk hidup damai, rukun dan adem ayem. Toleransi tinggi dan keramahan warganya membawa kampung ini jauh dari konflik antar- warga. Wiwit Purwanto Surabaya Kampung Simokerto sendiri tidak begitu luas lahannya, namun dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 24.000 jiwa lebih ini membuat kampung ini menjadi padat dan lebih hidup. Setiap gang yang ada selalu dipadati dengan permukiman warga, hampir tak ada sejengkal pun tanah yang tersisa. Ketika memasuki kampung ini dari sisi Selatan tampak berdiri sebuah papan nama jalan yang bertuliskan Simokerto. Di sepanjang jalan raya Simokerto ini pada sisi kiri dan kanan jalan akan tampak gapura dengan tulisan Simokerto yang mencolok. “Dimulai dari sisi Selatan terdapat gang masuk Jalan Simokerto I dan seterusnya, hingga ke pojok paling utara yang berbatasan dengan Kampung Sidotopo,” terang Lurah Simokerto Tutik Nurhayati. HM Roji (56) salah satu sesepuh Kampung Simokerto mengungkapkan sebagai pusat Kampung Simokerto jaman dulu ada di kawasan Jalan Simokerto V. “Awalnya Simokerto itu ya Kampung Simokerto Gang V itu, kecil sekali wilayahnya,” paparnya. Menurutnya sebagai pertanda jika kampung Simokerto V itu adalah awal keberadaan wilayah Simokerto, di ujung gang Simokerto V ini terdapat sebuah makam yang warga setempat menandai sebagai Makam Mbah Simokerto. Warga setempat meyakini makam tersebut adalah salah satu orang yang yang pertama kali membuka lahan di Simokerto. “Mbah Simokerto ini orang yang pertama kali ada dan membuka Kampung Simokerto,” ungkap Roji. Hanya saja sampai sekarang belum diketahui pasti darimana Mbah Simokerto ini berasal. Namun sebagian cerita mengatakan jika Mbah Simokerto ini masih terkait dengan kerajaan Majapahit. “Konon Mbah Simokerto ini masih ada hubungan dengan Kerajaan Majapahit,” katanya. Karena keberadaan dan perjuangan Mbah Simokerto inilah akhirnya kawasan tersebut diberi nama Simokerto. Selain adanya Makam Mbah Simokerto, juga masih ada makam lainnya yakni makam Raden Said yang diyakini juga sebagai salah satu orang yang ikut membuka Kampung Simokerto. Makam Raden Said ini dulunya berada di lingkungan Simokerto sisi paling utara. Namun perkembangan zaman lingkungan tersebut saat ini berada di Kelurahan Sidotopo. “Ada perubahan wilayah dan akhirnya makam Raden Said masuk wilayah Kampung Sidotopo,” jelasnya. Selain Simokerto, kampung lainnya yang dinilai sebagai kampung lama di wilayah ini adalah Kampung Granting, Sidotopo Wetan, Simolawang Baru, dan Sidoyoso. Di kawasan Granting kata Suhaji warga lainnya beraktifitas cukup ramai. Warga di sini dikenal sebagai penjual jajan gorengan. Sebagian besar warga memang membuka wirausaha dengan menjual jajan gorengan. “Warga mulai membuka warung gorengan dari pagi sampai malam,” katanya. Sementara itu salah satu tempat ibadah yang menjadi kebanggaan warga muslim Simokerto adalah Masjid Al Abror. Nuansa Islam lainnya juga kental sekali menghias Kampung Simokerto. Seperti tampak dengan dibuatnya cungkup masjid yang menghias gapura pintu masuk salah satu jalan juga ditampilkan. Di kantor kelurahan Simokerto sendiri juga kerap dilakukan bimbingan terhadap warga yang akan memeluk Agama Islam. “Ada warga yang mengajukan untuk masuk Islam, di kelurahan ini ada staf yang bisa membimbing untuk mengucapkan kalimat sahadat. “Sudah ada tiga orang yang pernah meminta bimbingan untuk masuk Agama Islam,” kata Suhaji staf kelurahan. Menurutnya di kelurahan ini bukan hanya pelayanan administrasi warga saja, tapi juga bisa melakukan bimbingan kepada warga yang hendak masuk Islam. DATA WILAYAH
  • Luas lahan : 86 Ha
  • Jumlah penduduk : 24.000 jiwa
  • Jumlah RT – RW : 92 RT – 16 RW
  • Pendidikan warga : Mayoritas SMA
  • Pekerjaan warga : Wiraswasta, Buruh, PNS
  • Potensi wilayah : Permukiman, toko, kelontong
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved