Kamis, 7 Mei 2026

Pijatan Mbak Ria Tidurkan Pangeran Andrew

Tayang:
Penulis: Adi Sasono |
[caption id="attachment_165581" align="alignleft" width="300" caption="Ria (kiri) dan Pangeran Andrew - DAILY MAIL"][/caption] JAKARTA | SURYA - Ada dua cerita menarik dalam kunjungan Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris selama tiga hari di Jakarta pekan lalu. Pertama, pangeran bergelar Duke of York ini menikmati pijatan seorang gadis muda bernama Ria, dan kedua ia menggunakan iring-iringan kenegaraan yang akhirnya mengundang kritik di negaranya. Di presidential suite Shangri-La Hotel Jakarta yang bertarif Rp 18,5 juta semalam itu, pangeran berusia 51 tahun itu benar-benar dimanjakan setelah melakukan berbagai pertemuan bisnis dengan sejumlah pejabat penting Indonesia, 5-7 April lalu. Dalam perjalanan luar negeri pertamanya sebagai duta perdagangan Inggris itu, Andrew merasakan nikmatnya pijatan sensual Ria, seorang  masseuse cantik yang ditunjuk langsung manajemen hotel untuk melayani sang pangeran. Kepada The Mail on Sunday, Sabtu (9/4), Ria mengungkapkan sudah empat kali ia memijat Andrew. Tiga yang pertama dilakukannya dalam satu hari ketika Andrew berkunjung ke Indonesia pada 2008 dan tinggal di hotel yang sama. “Dia sangat ramah pada saya. Saya memanggilnya ‘sir’ karena bahasa Inggris saya tidak bagus dan saya sulit mengucapkan Your Royal Highness. Lalu, dia bilang sama saya, ‘Panggil Andrew saja. Di sini saya Andrew’,” tutur Ria. Menurut gadis cantik ini, Andrew terus tidur selama sejam pemijatan yang menggunakan air mawar dan minyak aroma terapi itu. “Sepertinya dia capek banget setelah perjalanan jauh. Sebenarnya saya ingin bertanya soal perkawinan kerajaan (antara Pangeran William dan Kate Middleton), tapi saya takut bicara terlalu banyak padanya. Saya khawatir, jangan-jangan saya sudah bicara terlalu banyak, jadi saya tak berkata apa-apa,” tuturnya. Ria memang ditunjuk langsung oleh manajemen Shangri La untuk membuat kunjungan pangeran itu senyaman mungkin. Namun, sebelumnya, ia sudah ditatar  soal aturan yang ketat dan perilaku yang baik. Untuk itu, Ria dibayar Rp 450.000 sejam. Pada kunjungan 2008, Ria memijat Andrew di ranjang kamar, namun dalam sesi pemijatan pekan lalu, ada ranjang baru yang khusus diambil dari spa hotel atas permintaan sang pangeran. “Pangeran lebih suka menggunakan ranjang pijat, tetapi kekecilan, karena badannya besar. Agak sulit bagi saya memijat kalau sudah begitu,” kata Ria lagi. Tentu saja, pertemuan Ria dengan Andrew itu sangat menggembirakan keluarga dan kawan-kawannya. “Dia ada di TV di Indonesia dan semua orang membicarakannya. Saya sangat senang bertemu, melihat dan menyentuhnya,” kata Ria. Ditanya berapa tip yang diberikan Andrew, Ria menjawab, “Rahasia.” Soal pijat memijat ini, Andrew pernah mendapat masalah, yaitu ketika bulan lalu ia menikmati pijatan di rumah kawannya, Jeffrey Epstein, di Florida AS. Hal itu jadi pergunjingan di Inggris, karena Epstein terbukti bersalah karena melecehkan gadis-gadis di bawah umur. Meski tidak terbukti Andrew melakukan hal yang salah di rumah itu, pengungkapan itu menjadi amunisi bagi para pengritik yang selalu mempersoalkan statusnya sebagai duta perdagangan. Soal lain yang menjadi sorotan media Inggris adalah penggunakan konvoi kepresidenan lengkap dengan pengawalan polisi dan sistem buka tutup jalan layaknya konvoi presiden. Andrew dianggap tidak peka karena sistem konvoi semacam itu pasti mengganggu lalu lintas di Jakarta yang macet parah. Untuk memperlancar perjalanan Andrew dari hotel ke tempat pertemuan, polisi menutup jalan 30 menit sebelum Andrew lewat. Malcolm Llewellyn, ketua Kadin Inggris di Indonesia, yang melakukan dua pertemuan dengan sang pangeran, mengatakan, secara teknis hanya presiden yang boleh menggunakan konvoi semacam itu. Namun, fasilitas itu bisa diperluas juga untuk orang-orang VIP lainnya. Menurut Llewellyn, Andrew sudah menuntaskan sejumlah pertemuan selama tiga hari kunjungan itu. “Tanpa bantuan konvoi itu, tak mungkin Andrew bisa merampungkan semua agendanya di Jakarta. Saya sangat senang dia datang. Ia melakukan tugas dengan baik,” katanya. Soal pijat memijat, juru bicara Istana  Buckingham menolak berkomentar. “Kami tidak bisa berkomentar soal isu-isu pribadi. Semua pengeluaran pribadi Duke of York dalam kunjungan ke luar negeri dibayar sendiri oleh beliau,” kata juru bicara kerajaan. Sumber dekat dengan Andrew mengatakan, “Sudah banyak yang tahu, Duke of York, seperti halnya orang lain yang melakukan perjalanan jauh, butuh dipijat. Tidak sepantasnya ada pemikiran bahwa telah terjadi sesuatu yang salah di Indonesia, karena memang tidak terjadi apa-apa,” kata sumber itu.dm/sas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved