Kamis, 28 Mei 2026

Dikenal karena Sempit

Tayang:
Penulis: Cak Sur |
[caption id="attachment_160662" align="alignleft" width="300" caption="TINGGAL KENANGAN - Bangunan bekas gedung bioskop dan gedung ketoprak di samping Lapangan Kalibokor itu, kini kerap menjadi tempat lomba burung berkicau. Foto: surya/ahmad zaimul haq"][/caption] Kawasan Kampung Pucang Sewu Kecamatan Gubeng tidak begitu besar, sebelumnya hanya menjadi bagian dari Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo. Karena perkembangan penduduk yang pesat Kampung Pucang Sewu berdiri sendiri. Mendengar nama Kampung Pucang Sewu, sebagian besar warga Surabaya pasti mengetahui di mana kampung ini berada. Tidak jauh dari lokasi Pasar Pucang Anom, pusat kendali Kampung Pucang Sewu ini berada. Di kampung ini terdapat sejumlah pedukuhan, seperti Pucang Kerep, Pucang Sawit, sebagian Ngagel Timur dan Kalibokor. “Kalau Kalibokor ini daerahnya sisi Barat dibatasi dengan rel kereta api, sedang sisi Selatan dibatasi Sungai Kalibokor atau Sungai Kalimir.” kata Soenarnik, Sekretaris Kelurahan Pucang Sewu. Kawasan Kampung Pucang Sewu sendiri tergolong kawasan yang sangat sibuk. Sebagian besar kawasan ini ditempati oleh perkantoran, seperti kantor PLN Cabang Surabaya Selatan, serta kantor instansi swasta lainnya bahkan sebuah pabrik juga ada yang bercokol di kawasan ini. “Ada sebuah pabrik karung goni di wilayah Ngagel Timur,” tambahnya. Permukiman dengan gang sempit masih mewarnai kawasan ini. Sebut saja permukiman gang sempit di Ngagel Timur V. Untuk bisa masuk ke jalan ini pengendara motor harus turun dan menuntun kendaraannya sepanjang jalan. Saat masuk gang sempit di depan rumah warga banyak dijumpai perlatan memasak milik warga. “Karena rumahnya sudah sempit jadi untuk memasak terpaksa di luar rumah,” kata Sugiarti warga lainnya. Tak jarang jalan sempit itu juga berujung buntu, seperti kawasan Kalibokor Buntu. Jalan sempit yang padat ini ternyata tidak berakses. Sementara kawasan Kalibokor yang terletak di pinggir rel KA, warga menamai dengan Kalibokor KA. Nama pedukuhan Pucang Sewu sendiri hingga kini belum ada yang mengetahui asal-usulnya. Bisa jadi nama kawasan itu disebut lantaran konon banyak ditumbuhi pohon Pucang. Selain itu ada pula kawasan yang dinamakan Pucang Kerep. Berada di Kampung Pucang Sewu, belum lengkap bila tidak mampir ke Lapangan Kalibokor. Keberadaan lapangan yang digunakan olahraga sepak bola ini sudah sangat lama. Warga sekitar hingga sekarang masih merawatanya. Mungkin di kawasan Kecamatan Gubeng dan sekitarnya Kampung Pucang Sewu ini sebagai satu-satunya kampung yang mempunyai lapangan sepak bola. “Lapangan Kalibokor ini sejak saya belum lahir sudah ada,” kata Sucipto warga Kalibokor. Lapangan kalibokor sendiri sampai saat ini masih digunakan sebagai sarana olahraga warga, sementara di pinggirnya terdapat bangunan yang kerap digunakan untuk lomba burung berkicau. Sebelumnya bangunan itu dulu digunakan sebagai gedung bioskop dan gedung pertunjukan ketoprak. Tapi, karena penonton dan pengunjungnya sangat sedikit gedung tersebut kini berubah fungsi. Kawasan Kalibokor sendiri cukup strategis, dari perkantoran, penjual makanan dan minuman, hingga kegiatan sosial dan keagamaan banyak dijumpai di sini. Dinamakan kawasan Kalibokor karena kampung ini terletak di sepanjang Sungai Kalibokor. Warga setempat lebih akrab dengan sebutan kawasan Kalibokor Kalimir. Sama dengan kawasan di Pucang Sewu kawasan Kalibokor Kalimir ini juga berciri padat penduduk dan akses jalan yang sempit. Kawasan lain yang masih terdapat di wilayah Kampung Pucang Sewu adalah Kalibokor Kencana. Kawasan ini dulu merupakan lahan persawahan. Tapi, karena kebutuhan warga, lahan tersebut sudah menjadi permukiman dengan ciri khas padat dan jalan akses yang sempit.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved