Senin, 13 April 2026

Sebelum Dihabisi, Korban Sempat Suguhkan Telur Goreng

Penulis: Kistyarini |
SIDOARJO | SURYA Online - Sejumlah fakta terkuak sebelum Indira Shativana (25), tewas karena dihabisi dua tamunya, di Perum Sidokare Indah Blok GG/23 Sidoarjo Jum'at (11/3) silam. Selain membuatkan wedang kopi, korban juga menyuguhkan telur goreng untuk dua tamunya. Ini terungkap saat digelar prarekonstruksi kasus pembunuhan itu, Rabu (23/3). Dalam prarekonstruksi, dua tersangka Ahmad Fathoni (24) dan Muchsin (19) memperagakan sejumlah adegan hingga akhirnya membunuh korban, karyawati PT Mandala Multi Finance itu. Selain membuatkan kopi, korban ternyata sempat membuatkan telur goreng. “Saat korban masuk dapur dan menggoreng telur itulah, tersangka memasukkan obat tidur CTM ke kopi korban,”ucap Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Ernesto Saiser. Korban lalu meminum kopi yang sudah bercampur dengan tujuh butir pil CTM. Namun sayang, korban tidak kunjung tertidur. Tahu korbannya tidak mempan dibius, Fathoni lalu meminjam ponsel korban. Di ponsel itu,dia menulis kalimat Kok Durung Turu-Turu ? (Kok Belum Tidur-Tidur?). Pesan singkat itu lalu ditunjukkan kepada Muchsin dan menuliskan kalimat balasan Habisi Saja. Saat itulah Muchsin memukulkan helm ke kepala korban yang tengah menonton televisi. Leher korban lalu dijerat dengan kabel setrika. Kedua tersangka lalu menarik jeratan kabel itu hingga hidung korban berdarah. Tahu korbannya tidak berdaya, kedua pelaku masuk korban dan menjarah sejumlah harta korban, diantaranya sejumlah emas perhiasan dan sebuah laptop. Saat prarekontruksi digelar, ratusan warga setempat merangsek maju mendekat rumah korban. Warga penasaran ingin melihat wajah pelaku pembunuhan. “Saya ingin tahu orangnya yang tega membunuh tetangga kami,”ucap seorang ibu paroh baya. Ayah korban Sutadji (52) dan sejumlah teman kantor korban juga tampak ikut melihat prarekonstruksi itu. Kata AKP Ernesto Saiser, prarekontruksi untuk menguatkan keterangan para tersangka yang disampaikan dalam pemeriksaan dan dicatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam prarekontruksi, ada 8 adegan inti yang dilakukan para tersangka hingga akhirnya korban tewas. “Setelah ini baru digelar rekontruksi,”ucap Ernesto. Diberitakan Indira Shantivana (25), karyawati Mandala Multi Finance (MMF) Sidoarjo ini ditemukan tewas di rumahnya, Jum'at (11/3) dini hari. Anak tunggal pasangan Sutadji (52) dan Ny Dwi Mayati Dintadiawan ini, ditemukan tidak bernyawa usai menerima kunjungan dua orang tamu, keduanya pria, yang diduga kuat telah dikenalnya. Korban tewas dengan masih berpakaian utuh, bahkan masih berjilbab.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved