Selasa, 9 Juni 2026

Kapal Selam Siluman Berbahan Bakar Hidrogen

Tayang:
Penulis: Satwika Rumeksa |
Eckernfoerde, Surya Online!   - Kapal selam baru buatan Jerman U-212 A ini hampir tidak bersuara. Juga hampir tidak memancarkan radiasi panas dan sepenuhnya terbuat dari logam nonmagnetik. Kendati canggih kapal selam ini bukan sebuah kapal selam nuklir, tetapi juga bukan kapal selam diesel. U-212 A merupakan kapal selam tercanggih di dunia karena menggunakan sel bahan bakar hidrogen yang dikembangkan oleh  galangan kapal angkatan laut Jerman Howaldtswerke Deutsche Werft, yang mengklaim itu menjadi "puncak teknologi kapal selam Jerman." Kapal super-stealth ini adalah yang pertama dari jenisnya yang akan diaktifkan oleh sel bahan bakar hidrogen revolusioner yang memungkinkan itu pelayaran  tanpa kebisingan atau knalpot panas. Itu penting, karena menurut Bernd Arjes, seorang kapten di Angkatan Laut Jerman.  "Kami beroperasi di perairan pesisir sekitar Eropa dan kapal selam ini dirancang khusus untuk menemukan kapal selam. Jika Anda ingin menemukan kapal selam lain tentu saja anda harus tak bersuara," katanya. Dengan teknologi terbaru, ia menambahkan, "Kapal selam ini  hampir tidak terdeteksi." U-212 A tidak seperti kapal selam konvensional, yang perlu udara untuk membakar solar, fuel cell tidak memerlukan oksigen untuk beroperasi. Ini berarti dapat tetap terendam selama berminggu-minggu - menahan napas berkali-kali lebih lama dari sepupu kapal selam yang menenggak solar. Sebagai kapal selam pemukul kapal selam dipersenjatai 12  torpedo kelas berat yang dipandu, masing-masing mampu menghancurkan sebuah kapal perang atau menonaktifkan sebuah kapal induk. "Sebuah kapal induk tidak mungkin dapat dirusak dengan satu torpedo tapi mungkin mengenai  kemudi atau sesuatu kemudian kapal induk mungkin tidak bisa bermanuverdan untuk menggunakan pesawat," kata Arjes. Jerman, yang tidak memiliki senjata nuklir atau kapal bertenaga nuklir sendiri, adalah eksportir ketiga terbesar di dunia barang pertahanan. Edisi Ekspor telah dijual kepada angkatan laut Yunani, Portugal dan Korea Selatan. Dengan perangkat otomat, kapal selam  hanya membutuhkan sedikit kru karenanya  ada sedikit  kenyamanan bagi mereka di kapal.  Meskipun begitu kehidupan awak kapal selam masih tetap menjadi salah satu tempat tinggal terbatas .cnn/rr
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved