Rabu, 10 Juni 2026

Jadi Sasaran Bom Belanda

Tayang:
Penulis: Adi Sasono |
[caption id="attachment_147775" align="alignnone" width="630" caption="MEGAH - Masjid Nurul Islam Panjang Jiwo menjadi sarana beribadah warga Panjang Jiwo. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ"][/caption] PANJANG Jiwo, paduan dua kata ini bisa berarti pula panjang jiwa atau panjang umur, mungkin bisa saja Kampung Panjang Jiwo yang berada di wilayah Kecamatan Tenggilis Mejoyo itu diartikan demikian.

namun, bagi sebagaian warga, nama Panjang Jiwo terkait dengan keberadaan Mbah Panjang dan Mbah Jiwo yang diyakini sebagai dua orang yang pertama kali membuka lahan dan bermukim di kawasan tersebut.

“Panjang jiwo itu bisa saja panjang umure, mudah-mudahan memang seperti itu,” kata Riadi, Lurah Panjang Jiwo.

Harapan panjang umure seperti yang dikemukakan Riadi ini tidak ada jeleknya, tapi sebenarnya dari cerita turun temurun kampung Panjang Jiwo ini tak lepas dari keberadaan makam Mbah Panjang dan Mbah Jiwo yang terletak di makam Kampung Panjang Jiwo.

“Kedua orang ini Mbah Panjang dan Mbah Jiwo yang membuka kawasan Panjang Jiwo ini,” terang M Nurul Khusaini (50) sesepuh Kampung Panjang Jiwo.

Cerita yang berkembang dan turun temurun itu, kata pria yang juga menjabat ketua LKMK Panjang Jiwo ini, kedua orang ini adalah musafir yang sampai saat ini belum diketahui asal usulnya. Mereka datang ke kampung yang dulunya berupa hamparan sawah ini dengan menggunakan perahu.

“Perahunya disandarkan di kawasan Wonorejo terus mereka berjalan kaki menuju sini (Panjang Jiwo),” ungkapnya

Setelah membuka lahan di kawasan Panjang Jiwo, Mbah Panjang itu di Bantu Mbah Jiwo mulai mensyiarkan agama Islam kepada warga di empat pedukuhan saat, itu antara lain, Panjangkungan, yang berada di sebelah Utara Sungai Jagir, di Panjang Jiwo sendiri, lalu di Prapen dan Panjang Jiwo Pedukuhan atau sekarang dikenal dengan Panduk.

“Kedua orang ini mensyiarkan agama Islam hingga meninggal dan dimakamkan di kampung ini,” katanya.

Warga menjuluki Mbah Panjang karena memang secara fisik tinggi badannya panjang. Tampak pada makam yang ada sekarang panjangnya mencapai 3,6 meter. Berbeda dengan makam warga yang lazim yang hanya mencapai sekitar 1,7 meter.

“Makamnnya lebih panjang dari makam orang umum lainnya,” tegas Sujono juru kunci makam Panjang Jiwo.

Keberadaan makam leluhur Kampung Panjang Jiwo ini juga dianggap sebagian warga masih angker. Dulu kata Nurul, di sekitar makam itu ada dua pohon besar yang saling bersilangan. Setiap ada burung yang melintas di atasnya pasti jatuh.

“Sekarang pohonnya sudah roboh, tinggal makam Mbah Panjang dan Mbah Jiwo saja yang masih ada,” ujarnya.

Selain tetenger makam dua orang yang diyakini babad alas kampung Panjang Jiwo, di kampung tersebut juga terdapat masjid yang dulu pernah menjadi pusat syiar agama Islam di kawasan kampung Panjang Jiwo.

Namun, pada zaman penjajahan Belanda masjid yang sekarang bernama Nurul Islam ini dianggap sebagai benteng pertahanan warga, sehingga oleh penjajah Belanda masjid tersebut diserang  hingga rata dengan tanah.

Warga tidak mau menyerah begitu saja, meski masjid sudah rata dengan tanah mereka tidak menghentikan syiar agama Islam. Warga pindah ke langgar atau musala lainnya.

Berkat kerja keras warga dan upaya yang terus menerus tanpa henti, masjid tersebut kini dapat berdiri lagi dan tambah megah.

“Masjid ini dulu pernah di bom Belanda dan rata dengan tanah, hanya tinggal sebuah sumur saja yang masih utuh,” katanya.

Dalam perjalanan waktu, perkembangan wilayah Kampung Panjang Jiwo ini sangat pesat. Sejumlah industri, perumahan, dan  tempat pendidikan berdiri di kawasan ini. Kawasan yang dulunya berupa areal sawah sekarang sudah tidak tampak lagi.

Lokasi Kampung Panjang Jiwo yang dikelilingi akses jalan besar sangat membantu perkembangan kampung setempat. Sejumlah warga yang bergelut dengan usaha kecil menengah juga berkembang pesat.

“Di kampung Panjang Jiwo ini ada usaha kerupuk dan minuman sinom, kedua industri rumahan ini juga sedang berkembang,” tambah Lurah Riadi.

Keberadaan ruko dan industri yang berdiri di kampung Panjang Jiwo juga membantu warga dalam mendapatkan pekerjaan. Tak sedikit warga yang mendapatkan penghasilan dengan keberadaan ruko dan industri itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved