Rabu, 10 Juni 2026

UFO Isi Bahan Bakar di Sawah

Tayang:
SLEMAN | SURYA- Munculnya sebuah lingkaran besar yang terbentuk di persawahan, di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta mendadak membuat heboh warga setempat. Lingkaran berdiameter sekitar 50-70 meter yang ditemukan pada Minggu (23/1) itu dihubung-hubungkan dengan kemungkinan bekas jejak makhluk luar angkasa (UFO). Belum ada yang bisa memastikan siapa yang membuat atau apa yang terjadi, sehingga pola aneh berbentuk lingkaran raksasa terbentuk di areal tanaman padi di persawahan tersebut. Tidak ada tanda-tanda jika pola itu buatan manusia. Sebab, pola itu terbentuk di tengah sawah tanpa ada jejak traktor atau kaki manusia di sekitarnya. Padi-padi yang ada di sekililingnya masih berdiri rapi. Tidak ada satu pun padi yang terlihat ambruk karena diinjak manusia ataupun traktor dan alat sejenisnya. Lingkaran misterius itu terbentuk di bawah menara saluran udara tegangan ekstra-tinggi (sutet). "Tidak ada yang tahu pasti siapa yang membuat pola itu. Mungkin UFO turun untuk mengisi bahan bakar karena pola itu tepat berada di bawah menara sutet," ujar Yudi (20), orang yang pertama melihat pola itu, berandai-andai. Fenomena lingkaran di areal pertanian seperti ini sering dikaitkan dengan unidentified flying object (UFO) dan alien (makhluk asing) seperti yang biasa dilihat dalam film. Di luar negeri, orang menyebutnya crop circle (lingkar taman) yang kerap terbentuk di ladang gandum atau jagung. Menurut keterangan Basori (41), warga yang rumahnya berada di utara sawah itu, Sabtu (22/1) malam sekitar pukul 22.30, dirinya mendengar suara gemuruh layaknya suara helikopter mendarat. "Suara itu terdengar sekitar 30 menit, tetapi saya tidak gubris suara itu. Saya pikir itu suara helikopter lewat," tuturnya. Hal itu diamini Ayu Rukini (32), istri Basori. "Saya juga mendengar suara itu. Waktu itu saya dan suami sedang menonton televisi. Saya mengira tentara Angkatan Udara sedang latihan," ujarnya. Namun, oleh Yudi (20), semua keterangan itu dibantah. Yudi yang malam itu nongkrong di depan rumah Basori sampai pukul tiga pagi tidak mendengar suara apa pun. "Bahkan semalam tidak ada hujan atau angin. Tahu-tahu tadi pagi sudah terbentuk pola ini (lingkaran) di tengah sawah," ujar Yudi. Sementara, ada juga warga yang menyebut lingkaran itu tercipta dari angin winasis. "Angin lesus yang menyebabkan pola itu terbentuk," kata Misran, warga setempat. Ia mengisahkan, malam itu, ia baru mengikuti sosialisasi pertanian dan muncul banyak wacana, termasuk soal pembentukan angin lesus. Misran menguatkan argumentasinya dengan menyebut bahwa angin lesus itu merupakan tanda yang dikirimkan tuhan. Namun, apa makna dari tanda itu, dia tidak menjelaskan. Kapolres Sleman, AKBP Irwan Ramaini belum bisa memastikan lingkaran tersebut apakah jejak UFO atau fenomena alam lainnya. Yang pasti jejak lingkaran besar itu masih diselidiki secara ilmiah. Kepolisian Daerah Istimewa Jogjakarta pun senada. "Kami memang menerima laporan dari masyarakat adanya fenomena itu. Selain itu, banyak warga sekitar yang penasaran dan menonton langsung persawahan yang terbentuk lambang seperti UFO," kata Kepala Bidang Humas Polda DIJ, AKBP Anny Pujiastuti, seperti dikutip VIVAnews.com. Beberapa petugas dari Polsek sudah melakukan pengecekan, namun menurut dia, belum bisa dipastikan apa penyebab terjadinya fenomena tersebut. "Petugas hanya mengecek saja dan berjaga-jaga. Namun, belum bisa dipastikan asal mula terjadi fenomena itu," ujar dia. Apakah ini merupakan fenomena crop circle pertama di Indonesia? Muhammad Irfan dari Ufonesia (pengamat UFO Indonesia) membenarkan. Ia mengatakan, fenomena ini tergolong langka. "Fenomena ini sangat langka, sebab inilah pertama kalinya crop circle dijumpai di persawahan. Biasanya, crop circle terjadi di ladang gandum," katanya. Irfan meyakini, bahwa crop circle tersebut bukan buatan manusia. "Sebab, ada laporan dari warga yang mengatakan bahwa saat malam mereka belum menjumpai. Baru paginya ada. Ini mungkin bisa jadi bukti. Sebab, kalau dibuat manusia, bisa butuh waktu lama," kata Irfan. Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo berpendapat, crop circle tersebut berkaitan dengan UFO yang pernah ia lihat di Bantul pada 2009 lalu. Ia meminta beberapa lembaga yang berwenang, seperti Angkatan Udara dan Lapan untuk menyelidikinya. Fenomena crop circle memang sering dijumpai. Hingga kini, ada 10.000 crop circle di 26 negara. Jumlah kejadiannya mulai meningkat sejak tahun 1970-an. Mantan kepala Observatorium Bosscha Moedji Raharto menyebut, kalau fenomena itu disebabkan UFO atau alien (makhluk asing), pasti mereka meninggalkan sesuatu. Tidak mungkin mereka datang tidak membawa apa-apa. “Sesuatu yang ditinggalkan itu bisa digunakan sebagai dasar analisis untuk mengetahui kebenarannya,” paparnya. Moedji melanjutkan, analisis kimia terhadap tanah juga bisa dilakukan untuk mengetahuinya. "Kita bisa lihat apakah ada perubahan unsur kimiawi pada tanahnya, apakah sama dengan lingkungannya," katanya. Jika memang merupakan jejak UFO, perbedaan unsur kimiawi pasti ada. Sama seperti meteorit yang berbeda unsur kimia dengan tanah. Namun, Moedji mengungkapkan bahwa tidak mudah untuk melakukan deteksi itu. Sebab, alien dan UFO pasti datang dengan membawa unsur kimia yang agak langka sehingga sulit diidentifikasi. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat yang tertarik kabar adanya jejak UFO di persawahan tersebut segera memerintahkan stafnya melakukan penelitian dan memotret melalui helikopter. "Kalau melihat gambarnya seperti itu, tidak menutup kemungkinan itu merupakan jejak yang ditinggalkan oleh kekuatan di luar keahlian manusia," kata dia usai pembukaan Rapat Pimpinan TNI Angkatan Udara di Akademi Angkatan Udara Jogjakarta. Buatan Manusia Fenomena crop circle atau pola sirkuler di lahan pertanian yang ada di Jogja tersebut memang menghebohkan. Apalagi bila kehadirannya dikaitkan dengan UFO. Namun, tahukah Anda, fakta membuktikan, sekitar 80 persen formasi crop circle secara ilmiah terbukti adalah buatan manusia atau hanya kabar bohong (hoax). Hanya 20 persennya yang belum diketahui penyebab pastinya apakah pekerjaan makhluk asing, konspirasi pemerintah, atau karena faktor cuaca. Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA bahkan menolak ide mentah-mentah bila fenomena crop circle dikaitkan dengan UFO. "Crop circle dibuat oleh manusia sebagai lelucon," kata ilmuwan senior NASA, David Morrison seperti dimuat dalam laman astrobiology.nasa.gov. Bahkan dalam laman Circlemakers.org, situs tentang informasi crop circle, dicantumkan bagaimana membuat crop circle yang bisa diunduh. Serumit apa pun kelihatannya, bisa jadi caranya ternyata sederhana. Salah satunya menggunakan papan yang diinjak. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono pun meminta masyarakat realistis. "Jangan terlalu percaya dengan hal-hal gaib atau aneh. Kami akan mengecek apa kebenarannya," kata Agung usai mengantar Presiden SBY di Pangkalan Halim Perdanakusuma. ntribunnews/kompas.com/ti
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved