Adik Sepupu SBY Kalah di Pacitan
Penulis: Adi Sasono |
PACITAN | SURYA - Meskipun Pacitan merupakan daerah asal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), calon bupati (cabup) dari kalangan keluarga SBY ternyata tidak banyak mendulang suara dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Pacitan yang digelar pada Senin (20/12).
Cabup Nurcahyono (adik sepupu SBY) yang berpasangan dengan Masruri Abdul Ghoni hanya meraih dukungan sebanyak 3.753 suara (6,81 persen) atau menduduki urutan buncit dari tiga pasangan cabup-cawabup Pacitan yang `bertarung` dalam pilkada kemarin.
Perolehan suara tersebut merupakan hasil penghitungan cepat yang bersifat sementara, yang dilakukan tim koordinasi Desk Pilkada bentukan Pemkab Pacitan.
Sesuai hasil penghitungan cepat itu hingga pukul 16.00 WIB kemarin, keunggulan sementara diraih pasangan Indartato-Suprayitno (disingkat Intan) yang memperoleh 36.372 suara atau 66,06 persen. Urutan kedua diraih pasangan Brigjen (purn) Azis Ahmadi-Mardianto atau disingkat Azmar dengan dukungan 14.015 suara (25,45 persen).
Penghitungan cepat dilakukan atas suara sementara yang masuk, sebanyak 55.051 suara.
"Data ini masih bersifat sementara. Tentu jumlahnya masih akan terus berubah seiring laporan yang masuk ke Desk Pilkada'," kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pacitan, Mulyono.
Hasil rekapitulasi tersebut, lanjut Mulyono, dihitung berdasar laporan yang telah masuk dari 156 tempat pemungutan suara (TPS). Total TPS yang disediakan dalam coblosan kemarin berjumlah 883 buah dan tersebar di 171 desa/12 kecamatan.
Menurut Mulyono, data secara cepat yang dikumpulkan tim koordinasi Desk Pilkada tersebut berasal dari para kepala desa dan camat dengan cara berkomunikasi melalui telepon atau SMS.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pacitan, jumlah total pemilih tercatat sebanyak 461.208 orang. Untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada kemarin, Pemkab Pacitan mengeluarkan kebijakan meliburkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkab agar mereka bisa menggunakan hak pilih.
Pasangan Nurcahyono-Masruri Abdul Ghoni diusung koalisi 8 Parpol, pasangan Brigjend TNI Aziz Ahmadi dan Mardiyanto (Asmar) diusung koalisi PDIP dan Golkar, serta pasangan Indartato-Suprayitno (Intan) diusung Partai Demokrat bersama Hanura, PKS, dan PPP.
Sementara itu, puluhan pendukung pasangan Intan, Senin (20/12) sore, langsung menggelar aksi cukur gundul massal begitu mengetahui kemenangan sementara yang diraih jagoannya.
Dalam Pilkada Pacitan ini, sikap keluarga besar SBY tampaknya `terbelah`. Kepada wartawan, cabup Nurcahyono yang merupakan adik sepupu SBY mengaku, telah mendapat restu dari Cikeas (sebutan untuk kediaman pribadi SBY).
"Beliau (SBY, Red) tetap merestui, meskipun secara formal rekomendasi diberikan pada calon yang diusung Partai Demokrat," kata Nurcahyono. Pria yang kini berprofesi sebagai pengusaha jasa konstruksi di Jakarta ini lalu bicara panjang lebar mengenai dukungan keluarga.
Menurut dia, tak semua anggota keluarga memiliki pandangan ataupun sikap politik sama. Demikian juga halnya dalam Pilkada Pacitan.
Meski ia tak maju langsung dari Partai Demokrat, Nurcahyono tetap yakin mendapat dukungan dari keluarga, terutama dari keluarga presiden yang masih berada segaris keturunan dengan dirinya.
Cabup yang sempat mengundang kontroversi karena maju bursa pilkada bersama artis seksi Julia Perez (tanpa meminta restu keluarga besar presiden di Pacitan), tak menjelaskan lebih jauh mengenai dukungan yang dia maksud.
Namun, ia memastikan, dukungan itu ada dan sikap politik keluarganya memang heterogen. "Politik, ya politik, (jalinan) keluarga tetap. Kami tidak mencampuradukkan keduanya," ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah lewat ponsel, kakak sepupu SBY, Soejono mengaku tidak sepenuhnya mengetahui sikap politik keluarganya. Ia hanya memastikan bahwa orientasi dan keberpihakan politik keluarganya di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan (tempat tinggal SBY saat masih kecil/kanak-kanak) tetap diarahkan kepada calon yang diusung Partai Demokrat.
"Partai ini didirikan dan dibesarkan oleh Presiden SBY, jadi siapa pun yang didukung partai ini, keluarga besar kami pasti akan mendukung," ujarnya, menegaskan.
Soal pencalonan Nurcahyono, mantan ketua DPRD Pacitan periode 2004-2009 ini mengaku, tidak lagi mau mempersoalkan.
Meski awalnya sempat menyayangkan keputusan kontroversial Nurcahyono karena tak pernah berkonsultasi dengan keluarga, ia mengatakan hal itu merupakan hak politik Nurcahyo.