Nita Akui Foto Bugil Dibikin di Malang
Jombang - Surya- Setelah sebelumnya mangkir dari panggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD Jombang, Nita Savitri, 27, warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, yang diduga menjadi selingkuhan Ahmad Tohari, 44, anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD, akhirnya mendatangi panggilan BK, Selasa (2/10).
Kendati diperiksa oleh lima anggota BK cukup lama, mulai pukul 10.15 hingga 14.30 WIB atau empat jam lebih, tak banyak hal diakui Nita. Nita yang mantan pembantu rumah tangga (PRT) dan kemudian menjadi karyawan toko milik Ahmad Tohari di Jl Merdeka Mojowarno itu membantah punya hubungan asmara dengan Tohari.
Menurutnya, hubungannya dengan Tohari hanya sebatas buruh dengan majikan. BK dalam pemeriksaan kemarin hanya mendapatkan pengakuan perihal sejumlah foto bugil Nita yang tersimpan di ponsel Tohari (ponsel itu kemudian disita Endang Ekowati, 43, istri Tohari).
“Nita mengakui foto-foto bugil dirinya tersebut dijepret di sebuah hotel di Malang. Tapi dia tidak mengaku bahwa yang mengambil Tohari. Dia hanya menjawab tidak tahu ketika ditanya siapa yang menjepret,” kata Cakup Ismono, Ketua BK, usai pemeriksaan yang dilakukan tertutup.
Cakup mengakui Nita cukup pintar dalam ngeles pertanyaan para anggota BK. “Tak jarang dia menjawab pertanyaan dengan pertanyaan pula,” ungkap Cakup. Misalnya, saat diklarifikasi tentang kesaksian anak Tohari, yang mengaku pernah memergoki Tohari berada di kamar Nita pada tengah malam, Nita berkilah, mungkin saja Tohari ada di kamarnya, tapi Nita mengaku tidak tahu. “Kalau saya lagi tidur, atau tidak di kamar, kan bisa saja?” bantah Nita ditirukan Cakup.
Karena banyak bertentangan dengan keterangan sejumlah saksi yang diperiksa BK sebelumnya, BK mempertimbangkan untuk menggunakan peralatan pendeteksi kebohongan (lie detector).
Mengenakan kerudung hijau, baju dan celana hitam, Nita selalu menyembunyikan wajah dengan kerudungnya, guna menghindari jepretan dan sorot kamera wartawan. Usai pemeriksaan, Nita terus menyembunyikan wajahnya dengan kerudung, dan bungkam saat diberondong pertanyaan wartawan. Lulusan sebuah SMK di Pare, Kabupaten Kediri ini bahkan nekat berlari kecil menuju mobil dinas DPRD yang mengantarnya ke terminal bus Kepuhsari Jombang, untuk kemudian pulang ke Nganjuk.
Diberitakan sebelumnya, Tohari digugat cerai istrinya, Endang Ekowati, karena dugaan berselingkuh dengan Nita Savitri. Endang (PNS Pemkab Jombang) mengatakan, tudingan mengenai perselingkuhan suaminya didasari bukti kuat. Selain dirinya pernah beberapa kali memergoki suaminya pada tengah malam keluar dari kamar Nita, Endang juga menemukan 11 foto hot dengan gambar wanita berwajah seperti Nita tersimpan di ponsel Tohari.
Menyikapi itu DPC PD Jombang Agustus lalu mencopot Tohari dari kursi Ketua Fraksi PD dan Ketua Komisi D DPRD Jombang. Kini DPC PD menunggu rekomendasi BK untuk menjatuhkan sanksi lanjutan terhadap Tohari.
Tohari sendiri sejauh ini membantah dirinya berselingkuh dengan Nita Savitiri. Bahkan pada 25 Oktober lalu, kepada wartawan dirinya menunjukkan surat keterangan dari Rumah Sakit Siloam Surabaya yang menyebut selaput dara (hymen) Nita masih utuh. Surat itu dikeluarkan atas permintaan BK. Dalam surat tertanggal 27 Agustus 2010 yang ditandatangani dr Ira Anggreyani Rasjad SpOG, diterangkan selaput dara (hymen) Nita Savitri tidak didapatkan robekan, alias masih utuh.
Namun Ketua BK, Cakup Ismono menjelaskan surat keterangan seperti itu tidak diperlukan. Sebab, kilah Cakup, perselingkuhan tak harus dibuktikan dengan robeknya selaput dara.nuto
KOMENTAR