Breaking News:

KH Robbach Ma'sum Lengser

Gresik - Surya- Setelah 10 tahun memimpin Kabupaten Gresik, terhitung sejak Selasa (31/8) ini, DR KH Robbach Ma'sum resmi lengser dari kursi bupati. Sedikitnya 400 orang PNS di lingkungan kantor bupati, secara resmi melepas kepergian 'sang kiai' untuk kembali menjadi anggota masyarakat biasa, di lantai IV kantor bupati, Senin (30/8). Pelepasan yang terkemas dalam silaturahmi terasa mengharukan, membuat yang hadir diam sejuta kata. Mereka dengan seksama menikmati keharuan yang ditampakkan KH Robbach Ma'sum, yang tampil didampingi sang istri, Ny Hj Arminattun. Apalagi, dalam setiap pidatonya KH Robbach selalu meminta maaf dan mengajak seluruh yang hadir untuk merenung dan berpikir bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia mempunyai potensi berbeda. "Selama bertugas saya merasa sangat didukung semua pegawai, tanpa mereka saya tidak bisa berbuat apa-apa. Bila dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pimpinan, muncul isu demo mutasi, itu semata-mata kesalahan saya. Karena saya pemimpin, dan siap bertanggung jawab," ujar KH Robbach Ma'sum. Yang lebih mengharukan, berkali-kali sang Kiai mengatakan, "Saya akui saya bukan orang baik, tetapi saya ingin menjadi orang baik. Baik bagi keluarga, lingkungan dan agama saya. Dan yang penting, di manapun saya harus berkidmat." Setelah lengser dari jabatan bupati, KH Robbach mempunyai mimpi yang ingin segera diwujudkannya. "Saya ingin meng-Islamisasi Ilmu Pengetahuan," ujarnya pendek. Langkah awalnya, kata pak Robbach, ia sudah menyediakan gedung dua lantai berkamar 15 buah di samping rumah pribadinya di Jl Kalimantan Perum GKB. Nantinya, ia akan menerima sejumlah 'murid' dari berbagai latar belakang untuk belajar segala ilmu pengetahuan dengan berbasis agama Islam. Untuk pengajarnya, KH Robbach sudah meminta bantuan sejumlah staf PNS Pemkab Gresik yang dinilainya kredibel. Seperti Ir Moh Najikh, Sekda yang juga Plt Bupati Gresik yang berlatar belakang sarjana pertanian. "Nantinya Pak Najikh bisa memberi bimbingan tentang pertanian ditinjau dari sudut agama," ujarnya. Selain itu, para muridnya harus mengikuti syarat khusus darinya yaitu setiap dua minggu sekali, para murid harus mengikuti kegiatannya. Seperti berdakwah, pengajian atau juga diskusi masalah agama. n san

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved