Ratusan Warga Blokade Jalan Perkebunan Kaliklatak Banyuwangi
Penulis: Satwika Rumeksa |
Banyuwangi- Ratusan warga Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, memblokade jalan menuju Perkebunan Kaliklatak karena tidak puas dengan keputusan pihak manajemen perkebunan yang tidak mengabulkan tuntutan mereka soal lapangan sepak bola.
Akibat blokade jalan oleh warga, kegiatan pengiriman hasil kebun ke PT Perkebunan Kaliklatak, seperti kopi dan karet lumpuh total, sehingga menyebabkan pihak perkebunan swasta itu menderita kerugian ratusan juta rupiah.
Aksi pemblokadean jalan menuju Perkebunan Kaliklatak ini merupakan aksi yang kedua kalinya setelah mereka juga melakukan penutupan jalan akses keluar masuk ke perkebunan tersebut pada April 2010.
Mereka kecewa karena pihak manajemen PT Perkebunan Kaliklatak tidak segera merealisasikan tuntutan warga agar pihak kebun segera mengembalikan lapangan sepak bola yang selama ini digunakan warga desa setempat.
Menurut perwakilan warga Lerek Kelurahan Gombengsari, Samsudin, pihak manajemen kebun tidak ada iktikad baik untuk segera menyelesaikan sengketa antara perkebunan dengan warga yang menginginkan agar lapangan sepak bola dikembalikan fungsinya seperti sediakala.
Bahkan, warga merasa ditipu pihak manajemen kebun yang berjanji akan segera menyelesaikan sengketa tersebut ketika mereka melakukan aksi pemblokadean pada beberapa waktu lalu.
"Namun kenyataannya sampai sekarang pihak kebun belum juga mengembalikan lapangan bola, bahkan pihak kebun terkesan berbelit belit," ujarnya.
Aksi blokade yang kedua, Minggu siang, nyaris ricuh setelah warga sempat bersitegang dengan petugas keamanan kebun. Beruntung, aparat keamanan Kecamatan Kalipuro bertindak sigap sehingga perdebatan antara warga dengan petugas keamanan kebun tidak sampai terlibat saling pukul.
Hingga menjelang sore, aksi pemblokadean jalan belum juga mendapat tanggapan dari pihak manajemen kebun.
Menurut sejumlah perwakilan warga, pihak kebun baru bersedia menemui perwakilan warga dan berdialog pada tanggal 9 Agustus 2010 di Balai Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Sementara itu, salah seorang anggota Muspika Kalipuro, Peltu Aris, menjelaskan pihaknya siap menjembatani kembali dialog antara warga dengan pihak manajemen kebun.
Oleh karena itu, Aris juga mengimbau agar kedua belah pihak sama -sama bisa menjaga diri agar menghindari konflik fisik karena pihak Muspika Kalipuro terus berupaya mencari jalan keluar yang terbaik sehingga tidak merugikan siapapun. ant
KOMENTAR