Biaya Daftar Ulang Mahal, Wali Murid Mengeluh
Tayang:
Penulis: Cak Sur |
KEDIRI | SURYA Online - Sejumlah wali murid di Kediri, Jawa Timur (Jatim), mengeluhkan biaya daftar ulang yang dibebankan oleh pihak sekolah menyusul tahun ajaran baru.
Bambang, salah seorang wali murid dari SMAN 4 Kota Kediri, Kamis (8/7/2010), mengaku biaya daftar ulang yang dibebankan tersebut sangat memberatkan dirinya.
Dia mempertanyakan kebijakan tersebut, dan menagih janji pihak sekolah yang tidak memungut uang sepeser pun.
"Katanya untuk masuk sekolah tidak ditarik biaya sepeser pun, kok malah daftar ulang ada biayanya," kata Bambang menyesalkan.
Biaya daftar ulang tersebut sangat tinggi, lanjutnya, mencapai Rp 1.071.000 Uang tersebut harus dibayarkan paling lambat pada Kamis ini.
"Jika tidak membayar, kami dianggap tidak meneruskan sekolah dan gugur," katanya menjelaskan.
Bambang juga sudah berupaya membicarakan hal ini dengan sekolah. Sayangnya, keputusan sekolah tidak dapat diganggu gugat. Pihak sekolah hanya memberi keringanan, untuk mengangsur tanpa mengurangi biaya daftar ulang.
"Untuk saat ini, saya hanya dapat membayar Rp 500 ribu saja. Saya sudah meminta keringanan kepada sekolah agar diperbolehkan mengangsur," kata Bambang yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan biasa sebuah perusahaan swasta.
Pungutan juga terjadi di SMAN 8 Kediri. Nina, salah seorang calon siswa mengaku oleh orangtuanya hanya diberi uang Rp 500 ribu.
Dia mengaku gelisah dengan daftar ulang yang diwajibkan sekolah. Jumlah uang yang ia bawa masih jauh dari total biaya yang harus dikeluarkan senilai Rp 1,6 juta.
"Saya tadi cuma diberi uang oleh orang tua Rp 500 ribu. Jumlah itu masih kurang, karena total biayanya mencapai Rp 1,6 juta," ungkap Nina.
Karena uangnya kurang, ia tidak dapat langsung masuk sekolah. Ia harus membuat surat pernyataan kesanggupan membayar.
"Saya harus membuat surat pernyataan kesanggupan membayar," katanya dengan sedih.
Kepala Sekolah SMAN 4 Kediri, Sutoyo mengaku kebijakan dengan membayar saat daftar ulang tersebut terpaksa dilakukannya. Ia beralasan, biaya tersebut dikembalikan kepentingan para siswa.
"Biaya itu nantinya juga kembali kepada para siswa, namun bentuknya berbeda," katanya beralasan.
Sutoyo mengungkapkan, uang daftar ulang tersebut diperuntukkan pembelian seragam sebanyak dua pasang. Selain itu, uang tersebut untuk membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) selama satu tahun.
Selain untuk keperluan tersebut, lanjut dia, uang itu juga diperuntukkan bagi kegiatan kesiswaan yang dianggarkan hingga satu tahun.
"Kami juga mendukung berbagai kegiatan kesiswaan. Untuk itu, kami harus mendapat dukungan biaya dari wali murid, yang jumlahnya cukup besar," katanya mengungkapkan.
Biaya daftar ulang untuk tingkat SMA di Kota Kediri, cukup variatif berkisar antara Rp 1-1,5 juta. Sayangnya, Pemerintah Kota Kediri lewat Dinas Pendidikan (Disdik) tak dapat berbuat banyak menanggapi hal tersebut.
Kepala Disdik Kota Kediri, Edi Purnomo mengatakan, kebijakan biaya daftar ulang di tingkat SMA sepenuhnya kebijakan sekolah.
"Kami tetap memberi batasan, sehingga biaya yang dibebankan kepada wali murid tidak terlalu tinggi," kata Edi.
KOMENTAR