Rabu, 6 Mei 2026

Mendulang Emas dari SIM Card

Tayang:
Raisa Anakotta Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang shasa_anakotta@yahoo.com Kartu SIM (subscriber identity module) adalah sebuah kartu pintar seukuran perangko dalam ponsel yang menyimpan kunci pengenal jasa telekomunikasi. Kartu SIM harus digunakan dalam sistem GSM (global sistem for mobile communication). Masih ada lagi kartu RUIM populer dalam CDMA (code division multiple access). Kartu sim yang dirangkai dengan sangat kompleks ini memegang peranan penting dalam dunia komunikasi. Meski sangat kecil kartu ini menyimpan beragam data yang dibutuhkan dalam berkomunikasi. Adanya persaingan yang ketat di antara para vendor dalam menarik perhatian masyarakat, mengakibatkan perkembangan dan pembaharuan dalam pembuatan interface baru untuk SIM card. Para operator berlomba meningkatkan kualitas dan kuantitas kartu mereka. Persaingan membuat konsumen cenderung gonta-ganti SIM card. Tak banyak yang tahu bahwa pada SIM card yang acap dibuang begitu saja ternyata terpendam emas dan logam lainnya. Emas terbukti mampu menyalurkan arus elektronik lebih baik dibandingkan tembaga. Produsennya tidak pernah mengurangi atau meniadakan kandungan logam mulia itu, walaupun setiap unit jumlahnya mungkin cuma seperseribu gram. Jika berhasil mengumpulkan satu juta SIM card bekas, akan didapat satu kilogram emas murni. Menurut petinggi dalam bisnis komunikasi, untuk mendapat pertumbuhan pelanggan 1,5 juta sebulan seperti saat ini, Telkomsel, misalnya, harus menjual 12 juta kartu perdana. Itu berarti dari Telkomsel saja ada 10,5 juta kartu sim yang dibuang begitu pulsanya habis. Belum lagi dari Indosat, XL, dan operator komunikasi nirkabel lainnya. Jika tahun ini pelanggan Telkomsel 52 juta dengan pertumbuhan pelanggan yang rata-rata 30 persen setahun, Telkomsel membutuhkan hingga 300 persen kartu SIM. Logam-logam emas dalam SIM card bisa dijual dalam bentuk bahan baku dengan harga lumayan, karena berkadar 99,99 persen atau setara emas 24 karat. Kalau mengikuti harga emas dunia yang Rp 300.000 per gram, setiap bulan dari kartu SIM dan RUIM bekas bisa disulang sedikitnya Rp 7,5 miliar. Padahal, modalnya hanya Rp 2,5 miliar. Perusahaan di Singapura dan Jepang sudah mulai menjadi anggota laskar mandiri (julukan keren untuk pemulung) khusus kartu SIM bekas. Prosesnya sama dengan juragan pemulung biasa: menyerahkan hasil ke pengelola atau mengolahnya sendiri dan dipisahkan komponen-komponen yang ada dalam kartu SIM. Dari jutaan kartu, mereka bisa mendulang kiloan emas murni. Laskar mandiri emas dari Singapura dan Jepang, akan masuk Indonesia dan menawarkan pembelian kartu SIM bekas dengan harga sekitar Rp 100 atau Rp 1.000 per ponsel. Mereka akan membangun pabrik peleburan. Seandainya Indonesia mau mengembangkan usaha peleburan ini, dalam sebulan terkumpul sampai 25 juta kartu mati. Jika berat per kartu 2 gram, maka jumlah total sekitar 50 ton dan akan didapat sekitar 25 kilogram emas per bulan. Selain bisa menambah pendapatan pemerintah, usaha ini juga akan sangat bermanfaat bagi para pengangguran.n
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved