Sapi Lahir Mirip Bayi Manusia
Mati, Dikafani Mirip Manusia
SUMENEP - SURYA- Warga Desa Nyabakan Timur Batang-Batang Sumenep, heboh. Pasalnya, seekor sapi melahirkan anak tidak mirip induknya tetapi hampir menyerupai bayi manusia. Anak sapi bertampang ganjil milik Rasuki, 32, ini hanya bertahan hidup 17 menit.
Selain tidak memiliki bulu, kulitnya juga mulus seperti bayi manusia. Bahkan wajahnya dan bentuk kepala bayi sapi, tidak lonjong seperti kebanyakan bentuk muka dan wajah sapi, tetapi bentuknya bulat dan hidung serta matanya mirip seperti mata manusia.
Yang mengejutkan, kaki yang seharusnya pipih, justru bulat kayak lengan bayi manusia.
Bayi sapi yang lahir tidak normal atau prematur karena lahir pada bulan ke-8 tersebut mempunyai berat kurang lebih dua kilogram dengan panjang 50 cm. Sehingga bayi sapi yang jadi tontonan warga itu akhirnya tidak mampu bertahan hidup. Bayi sapi hanya sempat bertahan hidup 17 menit dari sejak dilahirkan dari induknya.
Bayi sapi ke-7 itu akhirnya dikubur setelah sebelumnya melalui prosesi pemakamannya sebagaimana layaknya manusia. Yakni dengan dibungkus kain kafan, dan ketika disemayamkan kepala bayi berada di arah utara dengan posisi menghadap kiblat. Dan di atas pusara makam bayi sapi mirip manusia itu diberikan nisan dari batu karang.
Pemilik sapi, Rasuki yang ditemui sejumlah wartawan mengatakan, beberapa hari sebelum ada peristiwa anak sapinya lahir mirip manusia itu, dia bermimpi aneh. Yakni bermimpi panen singkong dengan jumlah banyak. Bahkan dalam mimpinya dia terasa panen singkong hingga hektaran.
‘’Ini bagian dari pertanda dan peringatan Tuhan agar kita sadar akan kuasa Tuhan. Sehingga bilamana Tuhan berbuat pasti akan terjadi. Tapi ini pasti pertanda baik,’’ ujar Rasuki di kediamannya, Senin (5/7).
Dikatakan, induk sapi miliknya yang sudah hampir 10 tahun dipelihara, tidak pernah ada perilaku atau gelagat aneh. Bahkan dari 6 anak sapi yang dilahirkan oleh sang induk, semuanya lahir normal.
‘’Tapi ini kuasa Tuhan sehingga lahir anak sapi yang mirip dengan manusia. Ini kebesaranNya yang patut kita cermati,’’ kata Rasuki yang dikenal sebagai tokoh masyarakat ini.
Ditanya mengapa anak sapinya lalu dikubur layaknya manusia?, Rasuki menilai, karena bayi sapi miliknya terlahir aneh, sehingga perlu diperlakukan sebagaimana layaknya makhluk Tuhan yang sempurnya, yakni seperti manusia. ‘’Saya rasa tidak ada salahnya kami perlakukan proses penguburannya layaknya manusia, karena bagaimanapun itu juga makhluk Allah,’’ tambahnya.
Rasuki juga menepis isu atau anggapan bahwa sapinya disinyalir hasil hubungan dengan manusia. Karena dia tidak yakin ada manusia yang tega berhubungan kelamin dengan sapi miliknya. n riv
KOMENTAR