Mantan Bupati Trenggalek Pimpin Trenggalek
Tayang:
Hasil Survei: Mulyadi-Kholik Unggul Telak
Trenggalek - Surya- Mantan Bupati Kabupaten Trenggalek periode 2000-2005 Mulyadi diperkirakan kembali memimpin Kabupaten Trenggalek periode 2010-2015. Hal itu terlihat dari hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan lembaga survei independen dan hasil penghitungan sementara secara manual oleh internal PDIP, Rabu (2/6).
Hasil quick count lembaga independen Surabaya Counsulting Group (SCG), pasangan nomor urut tiga yang diusung koalisi PDIP, PKB, dan PPP, Mulyadi-Kholik (MK) memimpin dengan perolehan suara 54,484 persen. Disusul pasangan nomor urut dua dari jalur independen Mahsun Ismail-Joko Irianto (Mahir) dengan perolehan 21,36 persen. Sedangkan pasangan calon incumbent nomor urut satu yang diusung koalisi Golkar, Demokrat, PABN, PKNU dan beberapa partai kecil, Soeharto-Samsuri (Harsam) berada di peringkat terbawah dengan 18,87 persen suara. “Hasil penghitungan cepat ini tidak jauh dengan hasil survei yang sudah dilakukan sebelumnya,” kata Deny Wicaksono, Direktur SCG.
Dalam penghitungan cepat dengan menggunakan sampel di 400 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut, pasangan MK hampir mendominasi keunggulannya. Malah, pasangan MK mengalami kenaikan perolehan suara dibanding survei sebelumnya.
Hasil tersebut tidak jauh beda dengan penghitungan manual (real count) yang dilakukan internal PDIP sampai pukul 19.00 kemarin, pasangan MK berada pada urutan pertama dengan perolehan suara 89.960 sekitar 54 persen. Urutan kedua diduduki pasangan Mahir dengan perolehan suara 40.260 sekitar 24,38 persen. Untuk pasangan Harsam berada di urutan terakhir dengan perolehan 34.192 suara sekitar 21,14 persen. “Ini berdasarkan data yang masuk dari 750 TPS,” kata tim teknisi penghitungan Dr Muzaki Msi.
Sementara itu, cabup Mulyadi mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan sementara tersebut pihaknya yakin memenangkan pilkada Kabupaten Trenggalek satu putaran. Bahkan, dia optimistis akan memperoleh suara di atas target. “Sebelumnya saya menargetkan menang dengan perolehan suara sekitar 52 persen. Tapi dengan hasil ini saya yakin suara saya melebihi target,” katanya dalam jumpa pers yang dilakukan di sela-sela penghitungan cepat di Kantor DPC PDIP Trenggalek.
Meskipun demikian, Mulyadi yang saat itu juga didampingi cawabup Kholik menjelaskan, pihaknya tetap menunggu hasil penghitungan KPU.
Di sisi lain, tim pemenangan MK dari DPD PDIP Eko Suwanto menegaskan, meski dari hasil penghitungan sementara, calon yang diusungnya menang, pihaknya mengimbau agar semua pendukung MK tidak melakukan pesta dulu. Sebab, kemenangan ini mempunyai beban berat untuk memajukan Kabupaten Trenggalek lima tahun ke depan. “Kemenangan ini untuk kita semua, dan saya harap kita rayakan dengan prihatin,” ujarnya.
Tim pemenangan Harsam juga melakukan penghitungan manual di internalnya. Namun, pihaknya masih enggan membeberkan hasil survei, dan memilih menunggu hasil penghitungan resmi KPU. “Penghitungannya belum selesai, dan kami belum bisa memublikasikannya,” kata tim pemenangan Harsam Bambang Eko Sutarjo ketika dihubungi lewat ponselnya.
Tiga pasangan pasangan cabup tersebut bertarung merebutkan 573.197 suara untuk menduduki pucuk pimpinan di Kabupaten Trenggalek. Ketiga calon tersebut dulunya adalah kawan dan pernah duduk berdampingan memimpin Trenggalek. Cabup Soeharto adalah calon incumbent yang menjabat sebagai Bupati Trenggalek periode 2005-2010. Sedangkan, Cabup Mahsun Ismail sekarang masih menjabat sebagai Wabup Trenggalek mendampingi Soeharto. Sebelumnya Mahsun juga pernah menjabat sebagai Wabup mendampingi Mulyadi. Sedangkan, Mulyadi pernah menjabat Bupati Trenggalek periode 2000-2005 dan dikalahkan Soeharto dalam pilkada periode 2005-2010. Untuk pemilihan bupati kali ini (2010-2015), Mulyadi membalas dengan manis ketika sementara ini unggul telak atas Soeharto.nst 34
KOMENTAR