Meteor di Duren Sawit Bernama Eta Aquarids

Jakarta - Jatuhnya meteor di Duren Sawit, Jakarta Timur, dinilai sebagai hal yang rutin terjadi di bumi. Sepanjang tahun, banyak benda antariksa yang berjatuhan ke bumi karena tidak berhasil terurai di atmosfer. Hal ini dikatakan oleh Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaulddin, Minggu (2/5). Menurutnya hujan meteor bisa terjadi di bulan-bulan tertentu sepanjang tahun. "Hujan meteor selalu terjadi karena bumi berotasi melintasi sisa gugusan komet," ujar Thomas, Minggu (2/5). Menurut Thomas, Komet yang mendekat matahari selalu melepaskan gas dan debu yang tampak sebagai ekor komet. Debu-debu komet itulah yang tertinggal di sepanjang lintasan orbitnya. Dan, debu komet itu merupakan gugusan meteoroid yang bisa menyebabkan hujan meteor di bumi bila bumi melintasi lintasan komet tersebut. "Meteor yang sampai ke bumi sudah terkikis di lapisan atmosfer, sehingga hanya sampai seperti partikel dan pasir," imbuhnya. Sebagai peneliti senior LAPAN, Thomas sudah meneliti adanya puluhan sisa gugusan komet yang mengorbit di lintasan rotasi bumi. Partikel debu dan batu itulah yang jatuh ke bumi. "Dari 153 komet periodik yang saya pelajari, diketahui bahwa 33 komet mempunyai orbit yang melintas dekat orbit bumi. Kemudian dengan menganalisis jarak terdekat ke-33 orbit komet itu, disimpulkan bahwa secara teoritik komet yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan hujan meteor sebanyak 21 komet dengan kemungkinan menyebabkan 30 kali hujan meteor setiap tahun," ujar Thomas merinci. Menurut Thomas, kasus kejatuhan meteor di Duran Sawit adalah salah satu dari sisa gugusan komet Teatcher yang menyebabkan hujan meteor berjuluk Eta Aquarids yang rutin terjadi di awal bulan Mei. "Meteor sporadis dengan distribusi sangat acak. Ada di laut, hutan, dan tempat-tempat yang tidak diketahui manusia tersebar di seluruh bumi. Kebetulan, kemarin lokasi jatuhnya (meteor Duren Sawit) menimpa pemukiman, jadi bisa diketahui," pungkasnya. inilah.com
Penulis: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved