Kamis, 14 Mei 2026

'Wong Peyok' Minta Perhatian

Tayang:
Kediri - Surya- Sekitar 100 penyandang cacat yang mewakili 750 rekannya senasib di Kota Kediri menggelar aksi turun ke jalan untuk menuntut perhatian pemkot, Kamis (3/12). Aksi ini untuk memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat Mereka menyampaikan aspirasi sambil melakukan aksi simpatik membagikan bunga di jalan-jalan protokol. Penyandang cacat itu berasal dari enam perkumpulan penyandang cacat. Di antaranya, Persatuan Tuna Netra, Gerakan Masyarakat Tuna Rungu, dan berapa perkumpulan lainnya. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan Perkumpulan Sikil Kepleh (Persik), Kumpulan Wong Peyok dan sebagainya. “Kami iba melihat keterbatasan fisik mereka. Tapi mereka memiliki harapan dan semangat luar biasa,” ucap Arifin, salah satu pengendara mobil yang menepi menerima bunga. Ketua PPCI (Persatuan Penyandang Cacat Indonesia) Kediri, Gatot Sungkowono, dalam orasinya mendesak agar pemkot memperhatikan kondisi para penyandang cacat. “Kami tidak butuh uang, tapi kami butuh keterampilan. Harus ada perhatian sinergis dari berbagai satuan kerja, tidak hanya Dinsos. Kami tak bisa mengakses pasar, perkantoran, mal, atau alun-alun,” teriak Gatot. Selama tahun 2009, tidak ada anggaran bagi penyandang cacat. Padahal sebelumnya, mereka berhak atas anggaran Rp 25 juta yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan memijat atau kerajian tangan. Mereka juga berharap agar pembangunan fisik yang menghabiskan ratusan miliar tidak melupakan penyandang cacat di Kediri yang kini mencapai 750 orang. Itu hanya yang menjadi anggota PPCI, belum termasuk penyandang cacat yang tak terwadahi. Berbagai penyandang cacat mulai buta, tuli, bisu, dan cacat lainnya mengakhiri aksinya dengan menggelar musik dangdut, yang semua pemainnya tunanetra. k2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved