Pakar Pilih Jalan Kaki
SURABAYA - SURYA- Jalan kaki dinilai sebagai cara efektif untuk melihat langsung kondisi lalu lintas di Surabaya. Langkah ini merupakan alternatif terbaik yang disepakati ratusan pakar, praktisi, dan akademisi transportasi dunia peserta The 8th International Conference of Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS Conference 2009), Kamis (19/11) hari ini.
“Dua kali peserta EASTS Conference akan jalan kaki, yakni dari Terminal Purabaya menuju Stasiun Waru dan dari Stasiun Gubeng menuju Monkasel,” ujar Sekretaris Local Organizing Committe EASTS Conference 2009, Wahid Wahyudi, Rabu (18/11).
Dengan berjalan sekitar 500 meter dengan rincian jarak Terminal Purabaya ke Stasiun Waru mencapai sekitar 300 menter dan 200 meter dari Stasiun Gubeng ke Monkasel, para peserta, kata Wahid, diharapkan lebih mengenal konsep moda transportasi yang terintegrasi yang diterapkan di Jatim - khususnya Surabaya. Selain jalan kaki, peserta EASTS Conference juga akan diajak naik perahu dari Monkasel menuju Gedung Cak Durasim dan naik kapal untuk melihat Jembatan Surabaya.
“Dengan begitu, peserta akan lebih mengenal integrated transportation di Surabaya sebagai kota kedua terbesar di Indonesia,” jelasnya.
Khusus untuk mengangkut peserta EASTS Conference dari Stasiun Waru ke Stasiun Gubeng, PT KA Daops VIII telah menyiapkan KA Angkutan Rakyat Ekonomi Kecil Surabaya Mojokerto (Arek Surokerto).
Karena momentum ini dinilai sangat langka dan penting dalam sejarah transportasi Indonesia, PT Inka diminta mempercepat perbaikan KA Arek Surokerto yang sebelumnya rusak akibat menabrak kambing.
“Keretanya tadi pagi sudah datang di Stasiun Sidotopo,” ujar Manajer Humas PT KA Daops VIII Surabaya Nur Amin didampingi stafnya Herry Winarno.
EASTS Conference 2009 yang dibuka Wapres Boediono diikuti oleh 30 negara. Sebanyak 502 makalah yang khusus membahas transportasi disampaikan dalam acara yang baru pertama kali di Indonesia ini. Dari 502 makalah yang dibahas selama empat hari sejak 16-19 November, materinya dikelompokkan dalam tiga hal utama, yakni masalah laka lalin, angkutan umum/angkutan tidak bermotor dan pejalan kaki, serta sistem logistik dan angkutan barang. uji
KOMENTAR