Kekerasan Siswa, Sahudi Salahkan Sukirin
Surabaya-Surya- Inspektorat Pemkot turun tangan menangani kasus kekerasan siswa yang diduga dilakukan Sukirin, Wakasek Kesiswaan SMAN 8 Surabaya. Inspektur M Taswin mengaku memerintahkan anak buahnya mengikuti pertemuan antara siswa, Komisi D DPRD Surabaya dan SMAN 8 di Dinas Pendidikan Kota (Dindik) Surabaya (19/10).
“Kok bisa siswa sampai demo, ini ada apa. Bagaimana pembelajarannya di sekolah, ini akan dikaji mendalam,” kata Taswin yang baru tiga hari menduduki jabatan inspektur, Selasa (20/10).
Namun untuk mengusut masalah ini, inspektorat masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan pengawas dindik. Karena di internal dindik memiliki pengawas sendiri untuk menyelesaikan masalah internalnya.
“Setelah ada hasil dari pengawas sekolah kami verifikasi dan kami laporkan ke wali kota untuk memutuskan,” kata Taswin yang belum berani mengungkapkan kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan kepada Sukirin.
Dikonfirmasi terpisah, Sahudi, Kepala Dindik Surabaya mengakui masih mendalami permasalahan ini, namun dipastikan apapun kesalahan yang dilakukan siswa tidak dibenarkan memberikan sanksi dalam bentuk kekerasan fisik.
“Sesungguhnya itu (sanksi fisik) tidak boleh. Koridor untuk menyalahkan orang itu harus dilihat dulu. Makanya kita perlu pendalaman karena dua-duanya tidak benar, siswa melakukan pelanggaran dan gurunya memberi sanksi,” kata Sahudi.
Terkait kekhawatiran bakal adanya intimidasi ke siswa yang berdemonstrasi, Sahudi mengaku siap memberi perlindungan.
“Siswa dan orang tua tidak perlu takut. Kami akan melindungi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Menurut Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono, keberanian siswa untuk berdemonstrasi menjadi bukti awal ketidakberesan di SMAN 8. Apalagi yang melakukan tidak hanya segelintir siswa, tapi puluhan.
“95 persen siswa itu tidak berani menyampaikan masalahnya. Lha ini, yang menyampaikan tidak hanya satu dua siswa, tapi banyak dengan keluhan beragam. Ini kalau gurunya tidak kebangetan ya tidak mungkin,” kata politisi PDIP ini.
Karena itu, lanjut Baktiono, komisinya akan terus mengawasi kinerja Dindik dan inspektorat menangani masalah ini.
“Kami juga memantau di sekolah. Seandainya ada intimidasi terhadap siswa yang demo kemarin, kami tidak akan tinggal diam,” kata Baktiono.
Seperti diketahui, puluhan puluhan siswa SMAN 8 Surabaya meluruk DPRD Surabaya, Senin sore (19/10). Mereka menuntut Sukirin yang juga guru olahraga sekolah itu diberi sanksi tegas. Sukirin dituding telah melakukan tindakan kekerasan terhadap sejumlah murid seperti pemukulan, penendangan maupun tamparan.
Sukirin yang dihubungi sebelumnya mengaku sudah menyelesaiakan masalah ini dengan siswa yang bersangkutan. uus
KOMENTAR