Sabtu, 11 April 2026

Bule Telusuri Rute Majapahit, Tampilkan 43 Karya Foto

SURABAYA - SURYA- Perjalanan Raja Majapahit Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi menarik perhatian seorang budayawan kelahiran Inggris untuk menelusuri jejak-jejaknya. Nigel Bullough yang mengambil nama Indonesia sebagai Hadi Sidomulyo, mengabadikan napak tilasnya pada perjalanan Raja termasyur Kerajaan Majapahit tersebut dalam pameran foto “650 Tahun Rute Majapahit” di House of Sampoerna (HOS) yang akan digelar 10 September - 4 Oktober 2009. Kendati baru digelar lusa, 43 karya foto hasil jepretan Nigel sudah dipajang mulai kemarin, (7/9). Nigel tak hanya memotret sisa-sisa peninggalan Kerajaan Majapahit berupa situs, tetapi juga keindahan alam pegunungan, pedesaan dan pantai yang dilalui oleh raja saat itu. Selain pameran foto, peringatan 650 tahun rute Majapahit telah digelar juga pameran artefak Majapahit dan seminar jurnalisme Prapanca dan Prospek Pariwisata Rute Majapahit pekan lalu di Balai Pemuda. Ketua Panitia, yang juga dosen jurusan pendidikan sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hanan Pamungkas mengungkapkan jepretan foto Nigel sesuai dengan rute Majapahit yang ditempuh Raja Hayam Wuruk berdasarkan catatan Mpu Prapanca sang penulis Kitab Negara Kertagama. “Kitab Negarakertagama bisa dibilang hasil karya jurnalisme tertua di Jawa karena berbeda dengan kitab pada umumnya yang berisi puja-puji kepada sang raja, tetapi kitab ini berisi seluruh perjalanan raja di wilayah Jatim,” kata Hanan, Senin (4/9). Hayam Wuruk adalah raja yang membawa Kerajaan Majapahit pada masa keemasan dengan luasnya wilayah kekuasaan hingga ke daerah-daerah di luar Jawa. Dia berkuasa pada kurun waktu tahun 1350-1389. Perjalanan dinas Hayam Wuruk yang dicatat oleh Mpu Tantular dalam Kitab Negarakertagama dilakukan selama 3 bulan guna mengunjungi wilayah kekuasaan di kawasan Jatim. Saat ini daerah-daerah tersebut meliputi Malang, Pasuruan, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Mojokerto, Kediri, Nganjuk hingga Madiun. “Kawasan kekuasaan di Jatim dianggap penting karena saat itu sebagai wilayah kota satelit penyangga kerajaan yang berpusat di Trowulan, Mojokerto,” jelas Hanan. Seakan menyampaikan catatan Mpu Tantular dalam bentuk visual, Nigel memulai ekspedisinya dari pusat kekuasaan Majapahit yaitu di Trowulan Mojokerto. Rute pertama terdiri atas empat foto yaitu Gapura Wringin Lawang, Bajang Ratu , Kolam Segaran dan Menuju Candi Brahu. Di bawah foto pertama tertulis kisah kebesaran Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada 1294 berpusat di Trowulan. Nigel juga memotret keindahan pantai selatan di Lumajang yang menurut catatan Mpu Tantular sebagai pantai nan indah yang memukau sang raja saat melintasi pantai serta formasi karang di kawasan Watuulo, Lumajang. Puncak kunjungan Raja Hayam Wuruk adalah saat mengunjungi Singhasari (Singosari, Kabupaten Malang) seperti terlihat pada rute 28-29 dan rute 30-31. Kunjungan ke Singhasari adalah wujud penghargaan Hayam Wuruk terhadap pendahulunya yaitu Kertarajasa, sebagai raja terakhir Singhasari yang erat kaitannya dengan cikal bakal berdirinya kerajaan Majapahit.ytz
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved