Sudah Berbikini, Zizi Gagal Jadi Miss Universe, Pemenangnya Miss Venezuela

Nassau - Surya- Merajai perolehan suara dalam polling online Miss Universe, Puteri Indonesia Zivanna Letisha Siregar gagal merebut mahkota Miss Universe 2009. Zizi, panggilan akrab wakil Indonesia itu, bahkan tidak berhasil lolos ke 15 besar atau semifinal pemilihan Ratu Sejagat yang digelar di Kepulauan Bahama, Minggu (23/8). Sementara itu Venezuela berhasil mengukuhkan diri sebagai 'produsen' perempuan-perempuan cantik. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Miss Venezuela Stefania Fernandez merebut gelar Miss Universe 2009. Dalam sejarah penyelenggaraan Miss Universe, inilah untuk kali pertama sebuah negara memenangi gelar itu dua kali berturut-turut. Tahun lalu, gelar itu direbut Dayana Mendoza asal Venezuela. Kegagalan Zizi terasa menyesakkan. Terlepas dari popularitasnya dalam polling di situs resmi Miss Univese, Zizi dipandang memiliki peluang besar untuk semifinal. Apalagi gadis kelahiran 16 Februari 1989 itu sudah tampil all out. Termasuk keberaniannya mengenakan bikini dalam sesi pemotretan dan presentasi di panggung. Dibandingkan wakil-wakil Indonesia dalam ajang Miss Universe selama ini, Zizi tergolong berani. Kontestan asal Indonesia, yakni Artika Sari Devi (2005), Nadine Chandrawinata (2006), Agni Pratistha (2007), dan Putri Raemawasti (2008), memilih berbusana renang jenis one piece (terusan). Sementara Zizi berani berpose dan tampil di panggung dalam balutan bikini. Dalam sebuah wawancara dengan missosology.org, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu memiliki pandangan cukup terbuka soal bikini yang menjadi salah satu penilaian pada kontes kecantikan. Ditanya pendapatnya apakah bikini merendahkan martabat perempuan, Zizi menjawab tangkas. “Itu bergantung pada setiap budaya dan tradisi. Ada yang tidak bisa menerima pameran tubuh perempuan, bahkan dalam pakaian renang pun. Saya menghormati pendapat itu,” jawab Zizi. “Tetapi ada yang mengganggap bahwa busana renang dalam kontes kecantikan itu diadakan untuk memastikan bahwa kontestan tersebut bertubuh sehat, bugar, dan secara fisik pantas menjadi pemenang. Bagaimanapun ini kan kontes kecantikan,” lanjutnya. Lebih lanjut Zizi berpendapat, seorang Miss Universe seharusnya tidak diharapkan mewakili semua budaya dan tradisi. Tetapi dia harus orang yang bisa menempatkan diri secara arif di antara berbagai kultur dan tradisi itu. “Saya ingin menjadi Miss Universe yang seperti itu,” tegasnya dalam wawancara itu. Setelah keberhasilan Artika masuk 15 besar pada 2005, tidak ada lagi wakil Indonesia yang berhasil menyamainya. Sebenarnya para pengamat kontes kecantikan dari berbagai negara yang tergabung dalam Leaderboard Globalbeauties memprediksi Zizi bakal menyamai bahkan melampaui prestasi Artika. Zizi dianggap memiliki kualitas lebih untuk bersaing dengan puteri-puteri cantik dari 84 negara peserta Miss Universe 2009. Daya tarik, semangat, serta keceriaannya mampu memesona banyak orang. Miss Universe tahun ini memang menandakan 'kegagalan' wakil-wakil Asia. Meskipun merebut gelar Miss Congeniality (Persahabatan) atas nama Wang Jingyao (China) dan Miss Photogenic untuk Chutima Durongdej (Thailand), tidak satupun peserta Asia masuk babak semifinal. Kemenangan Stefania Fernandez, 18, memang menjadi kejutan. Gadis 18 tahun itu membalikkan prediksi para pengamat dan peserta kontes kecantikan paling kondang ini. Selama masa penilaian, Fernandez tidak terlalu menonjol meskipun tetap diperhitungkan karena prestasi Venezuela di Miss Universe. Kemenangan Fernandez juga menggegerkan para petaruh. Sehari menjelang pentas final Miss Universe, ajang taruhan masih menjagokan Rachael Finch (Australia), Ada Aimee de la Cruz (Republik Dominika), dan Karla Carillo (Meksiko). Fernandez diperkirakan tidak akan bisa meneruskan mahkota Dayana Mendoza, Miss Universe 2008 yang juga asal Venezuela. Memenangi kontes ratu kecantikan memang impian kaum perempuan muda negara Amerika Latin. Mereka mempersiapkan diri bahkan sejak berusia lima tahun. Tak heran bila negeri ini selalu mendominasi kontes-kontes kecantikan, baik Miss Universe maupun Miss World. Koleksi juara mereka jauh lebih banyak ketimbang negara lain. miss/glob/kis
Tags
bikini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved