Anas Akui MKK Tim Khusus SBY
Tayang:
JAKARTA-SURYA - Pembentukan tim khusus Menegakkan Kebenaran dan Keadilan (MKK) oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada awal 2007 dimaksudkan untuk mengelola isu-isu politik yang berkembang menjelang pemilu legislatif dan pilpres.
"Intinya tim MKK adalah forum kerja untuk konsolidasi isu, dengan semangat menegakkan kebenaran dan keadilan," kata Anas Urbaningrum, Ketua DPP Partai Demokrat, yang juga anggota MKK di Jakarta, Minggu (23/8).
Menurut dia, pembentukan MKK waktu itu dilakukan karena dirasakan bahwa isu-isu yang negatif dan memojokkan pemerintah dan SBY sangat menonjol.
"Karena itu perlu dilakukan konsolidasi isu yakni dengan memproduksi isu-isu produktif dan obyektif yang membantu citra pemerintah dan melawan isu-isu negatif yang memojokkan pemerintah dengan dasar data dan informasi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Dengan melontarkan isu positif itu, lanjutnya wacana yang berkembang menjadi semakin adil dan benar. "Jangan sampai wacana yang tidak benar menjadi dipercaya rakyat sebagai kebenaran," katanya.
Sebelumnya, seorang anggota MKK yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa SBY membentuk tim ini sebagai "think tank" untuk menggodok kontra opini. Tim MKK ini sangat tertutup dan personelnya direkrut sendiri oleh SBY.
Dikatakannya, tim itu dipimpin oleh Seskab Sudi Silalahi dengan anggota antara lain Khoirin (staf khusus Sudi), Sardan Marbun (staf khusus Presiden), Ide Zakaria (staf khusus Sudi), Anas Urbaningrum, Andi Arief (sekjen Jaringan Nusantara), Andi Malarangeng (Ketua Departemen PD/Jubir Presiden), Darwin Saleh (Ketua Bidang Ekonomi PD), Ramadhan Pohan (wartawan), Aam Sapulete (Ketua Jaringan Nusantara), Heri Sebayang (mantan aktivis mahasiswa, Imelda (wartawan) dan Zaenal (tim citra).
Setahun kemudian SBY menambah beberapa orang untuk bergabung yaitu Irvan Edison (staf khusus Presiden), Jali Yusuf (staf khusus Presiden), Taufik Rahzen (budayawan) dan Endu Sumarsono (Barindo). ant
KOMENTAR