Minggu, 3 Mei 2026

Ospek, Maba UB Dikado Bogem, Dekan Bekukan Kegiatan Fakultas Teknik

Tayang:
KLOJEN - SURYA- Tradisi kekerasan fisik dalam kegiatan ospek rupanya belum hilang juga dari Universitas Brawijaya. Sungguh ironis, mengingat rektor UB, Prof Dr Yogi Sugito selama ini membangga-banggakan status world class university yang melekat di kampus ini. Terungkapnya kekerasan fisik ini bermula dari telepon orangtua mahasiswa fakultas teknik UB, ke sebuah acara live radio di Malang, Senin (17/8) malam. Pria yang menolak menyebutkan identitas (karena takut anaknya menjadi korban intimidasi panitia ospek) ini, menyesalkan anaknya menjadi korban pemukulan salah satu oknum panitia. Setelah menelusuri laporan ini, Dekan Fakultas Teknik UB, Prof Dr Harnen Sulistyo, membenarkan peristiwa ini. Namun, seperti yang sudah-sudah, menurut Harnen, panitia tidak bertanggung jawab terhadap aksi ini. ”Informasi yang saya terima, yang memukul bukan panitia, melainkan mahasiswa yang frustasi karena terancam drop out,” ujar Harnen. Bahkan, ia juga mengaku menerima laporan lain, terkait kekerasan fisik di fakultas teknik. ”Sampai sekarang saya sudah terima dua laporan. Tapi apakah ada yang dipukul, itu masih saya cari tahu,” kata pria yang baru terpilih sebagai dekan April lalu ini. Berangkat dari maraknya laporan tersebut, Harnen langsung membekukan kegiatan ospek di fakultas teknik. Ia mengakui, adanya laporan mengenai kekerasan tersebut, menjadi salah satu pertimbangannya. ”Tradisi kekerasan tidak sepatutnya masih ada di era sekarang. Sekarang, saya, bersama seluruh elemen termasuk mahasiswa, masih merumuskan format baru kegiatan penyambutan maba di fakultas teknik yang lebih sesuai,” ungkapnya. Namun informasinya, tak hanya aksi pemukulan itu yang menjadi penyebab. Beberapa maba mengatakan, rektor dan dekan kecewa karena kemarin tak satupun maba dari fakultas teknik ikut dalam upacara pembukaan acara pengenalan kehidupan kampus (PK2) maba angkatan 2009. ”Kami memang diperintah dekan untuk mengikuti upacara itu. Tapi kami dilarang senior ikut. Yang ada, kami dipaksa untuk demo menentang acara itu. Saya jadi bingung, apa sebenarnya maksud panitia,” aku salah satu maba teknik. Dari testimoni mereka kepada Surya, para maba ini membenarkan bahwa para panitia tak segan ringan tangan dalam menghadapi mereka. ”Yang dipukul banyak mas, tidak hanya satu dua orang maba,” ungkap seorang maba. Para panitia ospek di fakultas teknik tidak ada yang berani buka suara. Presiden Eksekutif Mahasiswa UB Nana Azis juga demikian. Ia mengatakan, sudah melakukan konfirmasi atas kasus, tapi menolak berkomentar. ”Data saya belum cukup,” kata Nana melalui sms. Selaku penanggung jawab kegiatan ini, Harnen berjanji, akan mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap maba. Ia tak segan akan memberikan sanksi tegas, bila pelaku pemukulan diketahui. Apalagi, tak hanya Harnen yang menerima laporan ini. Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan, Ir RB Ainurrasjid MS, juga mengaku menerima surat dari salah satu orang tua maba teknik, dengan keluhan serupa. ab
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved