Kuda Ngamuk, Karnaval Agustusan Berakhir Maut
Tayang:
Banyuwangi - Surya - Biasanya karnaval menghibur para penontonnya. Namun tidak dengan karnaval yang satu ini. Karnaval yang gigelar dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di Desa Pekulo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi itu, berubah menjadi bencana. Sebab, satu orang penonton tewas dan tiga orang lainnya luka parah.
Penyebab bencana itu adalah mengamuknya seekor kuda yang digunakan dalam karnaval tujuhbelasan itu. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu peserta karnaval berkumpul di dekat garis pemberangkatan yakni di depan SMA Taruna Mandala jalan raya Sukomekti Desa Pekulo, Kecamatan Srono.
Salah satu peserta yang ikut adalah anak H Sigit, warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Anak kecil itu menaiki seekor kuda pacu sambil berdandan ala Pangeran Diponegoro. Sang kuda juga terlihat gagah. Namun belum sempat diberangkatkan, anak kecil itu menangis. Ia menangis dan minta turun dari pelana.
Beberapa saat setelah murid SDN Kebaman 1 Kecamatan Srono itu turun, kuda itu langsung berontak dari pegangan penuntun kuda. Tak hanya berontak, kuda itu juga berlarian ke arah penonton dan menerjangnya serta menginjak-injak.
Kontan saja para penonton berlari semburat. Sayangnya, empat orang tidak bisa menghindar dari terjangan kuda itu. Mereka adalah Sulastri, 45 dan Paini, 55, keduanya warga Dusun Sukomukti, Desa Pekulo, Kecamatan Srono, Wiryanto warga Desa Sukonatar Kecamatan Srono dan Kasiyanto, 58, warga Dusun Gladak, Desa/Kecamatan Rogojampi. Dua orang terakhir adalah panitia acara tersebut.
Mereka yang diinjak-injak kuda langsung dilarikan ke RS Rahayu Medika, yang berada di dekat lokasi. Namun sayang, nyawa salah satu warga yakni Sulastri tidak bisa tertolong. Ia mengalami luka dalam dan muntah darah.
Semua korban rata-rata menderita luka dalam. Kasiyanto malah muntah darah terus menerus. Menurut tim medis rumah sakit tersebut, korban luka parah dirujuk ke RS Fatimah Banyuwangi.
Hingga kemarin sore belum diketahui secara pasti kenapa kuda itu tiba-tiba mengamuk. "Padahal awalnya baik-baik saja, Saya menonton di dekat situ juga. Yang naik kuda itu nangis terus dan minta turun. Tiba-tiba saja, kuda itu ngamuk dan berlarian ke arah penonton," ujar Sugiono.
Polisi masih menyelidiki penyebab mengamuknya kuda tersebut. "Kami masih selidiki dengan meminta keterangan dari pemilik kuda dan juga panitia serta saksi mata," ujar Kapolsek Srono AKP Sunarto. Dugaan sementara, kuda itu mengamuk karena sedang birahi. st9
KOMENTAR