40 Pilot TNI AL Bergaji Rp 50 Juta/Bulan
Tayang:
Surabaya - Surya-Dalam kurun waktu lima tahun, 2003-2008, sebanyak 40 pilot helikopter dan pesawat fixwing TNI AL, hengkang ke perusahaan penerbangan komersial. Kini, gaji mereka rata-rata Rp 50 juta/bulan.
Dari 40 orang itu, 12 di antaranya direkrut Lion Air, dua jadi pilot heli PR Sampoerna, dan sisanya ke Intan Angkasa, Air Transport Service (ATS), dan perusahaan penerbangan lainnya.
Meski telah pensiun dan bergaji besar, rupanya mereka masih mengingat almamater, yakni TNI AL. Buktinya, pada puncak Ultah ke 53 Penerbangan TNI AL, Selasa (23/6), sebagian dari mereka hadir. Mereka mengenakan seragam pilot komersial.
Ada Mayor L (Purn) Tunas dan Kapten L (Purn) Erlan yang jadi pilot Sampoerna. Ada pula Kapten L (Purn) Zwingly Silalahir, Kapten L (Purn) Arief Riawan, dan Kapten L (Purn) Alex Lulak yang bekerja di Lion Air. Tak hanya itu, hadir pula Kapten Laut (Purn) Alex Tupano dari Trans Wisata, Kapten L (Purn) Herwin dari PT Intan Angkasa, dan Kapten L (Purn) Yudion dari Air Transport Service (ATS).
Di sela-sela upacara dipimpin Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Erlan mengaku sudah tiga tahun bekerja di Sampoerna dan senang di tempat kerja barunya. Begitu pula Zwingly Silalahi yang bekerja di Lion Air. “Saya membawa pesawat jenis MD,” ujarnya bangga. Ditanya gaji, ia menyatakan rata-rata Rp 50 juta/bulan. Sebelumnya, gaji hanya Rp 5 juta/bulan.
Menurut Erlan, rata-rata pilot yang pindah ke swasta ini sudah mengantongi jam terbang sekitar 2.000 jam untuk pilot helikopter dan 3.000 jam terbang untuk pilot pesawat fixwing.
Komandan Pusat Penerbangan TNI AL Laksma TNI Hendro Rudy Satmoko mengatakan, minta pensiun dini dan bekerja di swasta adalah hak para anggota TNI AL. “Ke depan, perekrutan calon pilot TNI AL akan diambil dari alumnus kadet AAL,” ujar Hendro.
Sementara itu, selain memimpin upacara, Kasal Tedjo Edhy juga meresmikan Pura Jala Siddhi Amertha (air yang memberi keberhasilan dan kehidupan abadi) yang akan dipakai 400 KK (sekitar 1.600 jiwa) warga Hindu di Surabaya selatan dan Sidoarjo. Pura senilai Rp 800 juta ini terletak di atas lahan seluas 3.000 m2 milik TNI AL di Juanda.
Di sela-sela acara, Kasal Tedjo Edhy juga sempat menjawab pertanyaan wartawan seputar nasib karyawan PT PAL. ”Dengan sangat terpaksa manajemen akhirnya memutuskan mem-PHK 900 orang karyawan,” tegas Komisaris Utama PT PAL itu. jos
KOMENTAR