Tuntut Jalur Sepeda Pancal, Eksistensi Bikers Diakui
SURABAYA-SURYA - Satu Lokasi dengan Becak. Pemberlakuan tarif parkir untuk sepeda pancal disambut positif para bikers yang tergabung dalam Bike to Work Surabaya. Mereka menganggap itu sebagai pengakuan eksistensinya.
Tetapi mereka tetap menuntut disediakan fasilitas parkir dan jalur khusus sepeda. Koordinator Bike to Walk Surabaya Achmat Basori mengungkapkan sebelum pemberlakukan Perda 1/2009 tentang Perparkiran dan Retribusi Parkir, para bikers sudah dikenai tarif parkir oleh juru parkir (jukir) nakal.
Besarnya Rp 500 tanpa karcis, untuk setiap sepeda. Hal ini tidak saja berlaku di pelataran, gedung, taman atau lokasi wisata yang dikuasai pemkot, tapi juga di pertokoan dan mal yang dikelola swasta.
“Padahal saat itu belum ada perdanya. Tapi kami tidak bisa menolak, takut ribut. Kalau sekarang ada perdanya berarti tidak ada kebocoran lagi,” kata Achmad, Minggu (21/6).
Sekarang setelah pemberlakukan perda, para bikers ini juga dikenakan tarif Rp 500 baik di taman, pelataran gedung maupun di mal dan pertokoan, tanpa ada fasilitas tempat khusus sepeda.
Tarif ini lebih mahal dibandingkan tarif di perda. Untuk di pelataran, lingkungan, gedung, dan taman, sesuai perda tarifnya hanya Rp 200. Sedangkan di tempat wisata Rp 500. “Itu pun mereka tidak memberi kembalian karena alasan tidak punya kembalian,” ujarnya.
Achmad berharap pemberlakukan tarif ini diimbangi dengan pemberian tempat parkir khusus atau rak sepeda. Ini untuk memberikan rasa aman bagi pemilik. Diakuinya saat ini di sejumlah kantor swasta sudah disediakan rak khusus sepeda berkat kerjasama bikers dengan sponsor atau pemilik kantor.
Kedepan, Achmat berharap pemkot bisa menyediakan area parkir khusus sepeda untuk lokasi parkir yang dikuasainya. “Kalau bisa, ada jalur khusus sepeda, sehingga makin banyak masyarakat yang memilih bersepeda,” kata Achmad.
Permintaan komunitas Bike to Work ini bersambut. Pemkot berencana membuat area parkir khusus sepeda di sejumlah titik. Asisten II Sekkota Mukhlas Udin mengakui saat ini Badan Perencaan Pembangunan Kota Surabaya (Bappeko) sedang merancang rencana tersebut. Nantinya, parkir khusus sepeda pancal ini satu lokasi dengan parkir khusus becak. “Masih dirancang, semoga pengajuan perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti bisa diusulkan,” janjinya.
Wali Kota Surabaya Bambang DH mengakui area khusus sepeda ini sangat perlu untuk memberikan rasa aman terhadap pengendara. Diakuinya, minat masyarakat bersepeda saat ini cukup besar. Tidak hanya di tempat umum, namun banyak juga yang bersepeda ke kantor. Hal ini harus diwadahi dengan pemberian fasilitas yang memadai.
“Banyak sepeda yang harganya tidak murah, kalau hilang mereka tentu berpikir ulang untuk bawa sepeda. Padahal bersepeda ini salah satu cara untuk memperbaiki kualitas udara,” kata Bambang. uus
KOMENTAR