Rabu, 29 April 2026

Kapal Sahabat Sejati Tenggelam, Tujuh Penumpang Selamat

Tayang:
SURABAYA - SURYA - Waspadai Gelombang Pasang. Kapal Layar Motor (KLM) Sahabat Sejati yang sedang dalam perjalanan menuju Kumai, Kalteng, tenggelam di perairan Karang Jamuang (antara Pelabuhan Gresik dan Pulau Madura), Senin (25/5) pagi. Tujuh anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan KM Pandu 45. Mereka adalah Moch Tahir Syam (nahkoda), 64, warga Surabaya, Hermanus Jehaman (KKM), 30, asal Cirebon, Leo, 37, M Purnama (juru mudi), 25, asal Surabaya, Arto (oilman), 24, Hariyadin (oilman), 24, asal Surabaya, dan Alwi (koki), 22, asal Ternate. Kapal berikut muatan berupa 80 ton garam, 20 ton pupuk, dan 20 ton barang kelontong tak dapat diselamatkan. “Ombak sangat besar sehingga bagian depan kapal pecah sebesar satu lengan tangan. Selain itu, ada tiga titik yang bocor di haluan depan kapal,” kata Moch Tahir Syam, nakhoda KLM Sahabat Sejati, saat dimintai keterangan di Kantor KPLP Tanjung Perak kemarin. Kapal bermesin 60 PK terbuat dari kayu itu, kata Tahir, berangkat dari Pelabuhan Kalimas Tanjung Perak, Minggu (24/5) sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam perjalanan, sekitar pukul 22.00 WIB haluan depan kapal bocor dihantam ombak. Para ABK bekerja keras menutup kebocoran. Empat pompa dimaksimalkan menguras air yang masuk kapal. Namun, ada titik lain di dinding kapal yang juga bocor. “Air yang masuk ke kapal akhirnya tak terbendung,” ungkap Leo, ABK. Nakhoda terpaksa memutuskan kapal yang sudah berada sekitar 10 mil lepas dari Pulau Karang Jamuang ini putar haluan untuk balik lagi ke Surabaya. Namun, upaya ini tak berjalan lancar. Sekitar pukul 03.00 WIB air yang masuk ke kapal membuat mesin mati. Sekitar pukul 06.00 WIB kapal karam di lokasi buoy 5. Para ABK menyelamatkan diri dengan menaiki rakit terbuat dari drum kosong. Beruntung ada KM Pandu 45 lewat. Kepala Adpel Tanjung Perak Cholik Khirom menjelaskan, KLM Sahabat Sejati karam pada posisi titik lintang timur 6 derajat 50 menit 30 detik dan bujur 112 derajat 46 menit 6 detik timur. Tenggelamnya KLM Sahabat Sejati ini merupakan kecelakaan laut kedua. Sebelumnya, di Pelabuhan Tanjung Perak kapal kargo MV Tanto Niaga juga tenggelam di buoy 12 perairan Surabaya, setelah bertabrakan dengan Mitra Ocean. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun ratusan kontainer tercebur ke laut. Dilaporkan, Senin (25/5), evakuasi peti kemas MV Tanto di dermaga Kamal, Bangkalan, diwarnai aksi penjarahan oleh warga setempat. Mereka berebut isi peti kemas, yakni ban dalam sepeda ketika peti kemas berhasil dievakuasi ke dermaga. “Untungnya petugas kami sigap," kata Kapolsek Kamal AKP Fagie Patra kemarin. Air Pasang Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Mohammad Effendi mengatakan, dampak air pasang tidak hanya terjadi di wilayah pesisir Surabaya, melainkan juga berimbas ke wilayah pesisir di sepanjang pesisir Laut Gresik, Lamongan, hingga Tuban. Di tiga wilayah perairan tersebut ketinggian air pasang bisa mencapai 140 cm. "Puncaknya untuk Gresik, Lamongan, dan Tuban terjadi Selasa (26/5) dengan ketinggian air pasang mencapai 140 cm, terjadi mulai pukul 11.00 WIB, dan baru turun pukul 19.00 WIB," katanya. Diprediksi, pasang air laut ini terjadi hingga sampai akhir bulan ini. Namun, kondisinya terus mengalami penurunan. "Rabu (27/5) ketinggian air pasang 130 cm, Kamis (28/5) 120 Cm, Jumat (29/5) 100 Cm," katanya. Pasang air laut ini, kata Effendi, disebabkan pengaruh gaya gravitasi bulan dan matahari yang menarik benda cair di bumi. "Karena sudutnya hampir satu garis, menyebabkan air laut pasang," katanya. Iit/ant
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved