Navy Seal Habisi Perompak Somalia
Tayang:
MOGADHISU| SURYA-Drama Pembebasan Sandera Kapten .Drama 5 hari penyanderaan kapten kapal barang berbendera Amerika, Maersk Alabama, oleh para bajak laut Somalia di Samudera Hindia atau Laut Selatan, berakhir, Minggu (12/4) malam waktu setempat.
Sang kapten kapal, Richard Phillips berhasil dibebaskan oleh pasukan komando Angkatan Laut Amerika Serikat atau Navy SEALs, yang menembak mati tiga dari empat pembajak yang menyanderanya.
Kisah pembajakan dimulai Rabu (8/4) pekan lalu, saat kapal Maersk Alabama yang memuat bantuan pangan seberat 17.000 ton ini berlayar di Samudera Hindia. Kapal yang memuat bantuan untuk Rwanda, Somalia, dan Uganda ini tiba-tiba dihentikan pembajak Somalia. Menggunakan kapal kecil, para pembajak tersebut menaiki kapal barang menggunakan tali bergancu.
Phillips yang bertanggung jawab atas kapal yang dibawanya, meminta anak buahnya mengunci diri di dalam kabin kapal. Dan ia pun memilih menyerahkan diri pada para pembajak demi menyelamatkan anak buahnya.
Sang kapten kemudian dijadikan sandera oleh para pembajak. Ia ditahan dalam sebuah sekoci kecil bersama para pembajak. Mengetahui kabar tersebut dari para awak kapal Maersk Alabama, kapal perang Angkatan Laut (AL) Amerika bergerak ke lokasi.
Philips sempat melarikan diri dari sekoci pada Jumat (10/4) dengan mencebur ke laut. Namun, para pembajak berhasil menangkapnya kembali. Merasa kecolongan, para pembajak mengikat Phillips agar tidak kabur lagi.
Operasi penyelamatan Phillips melibatkan puluhan anggota Navy SEALs, yang terjun dari udara di dekat lokasi kejadian, Sabtu (11/4) malam. Perencanaan operasi tersebut dirancang di atas kapal perang USS Bainbridge. Para pelaut AL AS juga sempat berbicara dan bernegosiasi dengan keempat pembajak melalui radio. Namun negosiasi itu gagal.
Minggu (12/4) sempat dilakukan kembali negosiasi dengan tujuan utama pembebasan sang kapten. Tetua Somalia bahkan dilibatkan dalam negosiasi ini, dan satu dari pembajak melakukan pembicaraan di atas kapal Amerika, USS Bainbridge itu.
Satu anggota pembajak diminta naik ke Bainbridge untuk melakukan pembicaraan via telepon.
“Ia secara sukarela menyerahkan dirinya. Pihak Navy memperbolehkan ia berbicara dengan rekan-rekannya yang lain, dengan harapan ia bisa membujuknya agar mereka mau menyerah,” ujar salah satu anggota militer senior.
Sayangnya, tiga bajak laut di sekoci enggan menyerahkan diri. “Mereka tidak memiliki apa-apa lagi, Satu-satunya tiket mereka adalah sang kapten. Dalam diskusi terakhir, mereka mengatakan, jika tidak mendapatkan yang mereka inginkan, mereka akan membunuh kapten yang disandera,” imbuhnya.
Akhirnya pihak Navy SEALs pun memutuskan untuk segera melakukan aksi penyelamatan. Bahkan, Presiden Barack Obama, sendiri memerintahkan untuk melakukan penembakan di tempat, jika hidup Phillips berada dalam bahaya.
Juru bicara US Navy, William Gortney mengungkapkan, keputusan menembak para pembajak karena hidup Kapten Phillips sudah dirasa dalam bahaya. Apalagi mereka telah mendapat 'restu' dari Obama untuk melakukan penembakan tersebut.
“Para pembajak dilengkapi senjata jenis AK-47 dan pistol berkaliber kecil. Mereka mengarahkannya ke kapten dan bersiap menembakannya,” terang Gortney.
Para penembak jitu melepaskan tembakannya ke arah pembajak selama beberapa menit. Tiga orang pembajak yang masih berada dalam kapal sekoci langsung tewas. Sedangkan satu pembajak yang telah berada di atas kapal Bainbridge telah memilih menyerahkan diri. Phillips tidak mengalami luka sedikitpun, meski tembakan tersebut dilepaskan dari jarak beberapa meter dari kapal tempat ia disandera.
Phillips kemudian dibawa ke Bainbridge, sebelum akhirnya dipindah ke kapal rumah sakit USS Boxer untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Phillips sendiri mendapat pujian sebagai pahlawan, berkat keberaniannya mengorbankan dirinya untuk keselamatan anak buahnya. Ia telah berbicara dengan istrinya, Andrea dan keluarganya. Ia berkata ingin segera merayakan Paskah bersama mereka setibanya di rumah. bbc/wp/tis
KOMENTAR