Sarah Azhari Penjual Alat Seks
Tayang:
Penulis: Achmad Pramudito |
JAKARTA | SURYA Online - Nama terkenal tidak membuat artis cantik dan seksi Sarah Azhari jadi bangga. Apalagi keterkenalan namanya disalahgunakan untuk hal yang berkaitan dengan pornografi.
Sarah pun mengaku malu dengan banyaknya situs internet yang banyak mengeksploitir dirinya. Menurut wanita kelahiran Jakarta ini, di dunia maya namanya selalu muncul di situs yang berbau porno.
"Jika diklik di Google, pasti keluar hal-hal yang negatif, yang tidak senonoh. Foto-foto bugil, nude, pokoknya nggak ada yang positif," tutur kakak Rahma Azhari ini saat ditemui di Mahkamah Konstitusi, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (19/3).
Yang lebih parah, lanjut Sarah, nama dirinya juga dipakai untuk situs penjual alat-alat pemuas nafsu. "Siapa yang tak malu. Orang mengenal namaku sebagai situs penjual alat-alat seks dengan hanya menampilkan wajah dan tubuhku yang seronok dalam situsnya. Padahal aku nggak pernah tahu. Orang menyangkanya aku yang menjual," begitu keluhnya.
Bahkan, lanjut Sarah, karena namanya sudah begitu kondang di dunia maya, pernah ada sebuah produk yang berminat memasang iklan. Produk tersebut bersedia memasang iklan di situs 'jadi-jadian' Sarah Azhari. "Untungnya dia cermat, teliti, ketika tanya sama aku, aku bilang kalau itu memang bukan official website aku," jelas bintang film Suami-suami Takut Istri The Movie ini.
Dengan nada sedih, artis yang tengah berseteru dengan pakar telematika, Roy Suryo ini mentambahkan,"Aku ini seorang single parents. Jujur saja aku malu, apalagi anakku mulai besar dan belajar komputer. Aku takut dia diolok-olok temannya. Kasihan dong anakku."
Gara-gara foto palsunya bertebaran, Rahma merasa imejnya rusak. Ia kesal karena dirugikan baik secara moril dan materiil. Perempuan yang kini sibuk jadi DJ itu berharap pemerintah bisa segera menertibkan situs-situs porno tersebut.
Wanita yang lahir 16 Juni 1977 ini tak mau korban-korban artis semakin banyak. "Jangan sampai artis lain jadi korban, terlebih masyarakat umum," tandas ibunda Albany Ray ini.
Sarah bersyukur kini ada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia merasa terlindungi dengan adanya undang-undang yang berlaku dalam waktu dekat ini. "Aku mendukung sepenuhnya untuk segera dilaksanakan," cetus Sarah. wk/pra KOMENTAR