Adu Teknik Menulis Shodo, Festival Budaya Jepang II
Tayang:
SURABAYA | SURYA-Adu teknik menulis Shodo atau kaligrafi huruf Jepang, mewarnai kegiatan Bunkasai atau Festival Budaya Jepang II di kampus Unitomo, Minggu (22/2) pagi. Lomba yang menuntut ketrampilan menorehkan tinta dengan sarana kuas itu bahkan menjadi acara yang paling banyak diikuti di antara beragam lomba yang di gelar bersama.
Tidak tanggung-tanggung , setidaknya 90 peserta mengikuti lomba itu. Mereka adalah pelajar yang datang dari beberapa daerah seperti Jombang, Gresik, Pasuruan, Lamongan dan Surabaya.
Pada lomba ini peserta diuji kemampuannya dalam menulis huruf Hiragana dan Katakana. Hiragana merupakan teknik kaligrafi menulis huruf Jepang yang biasa digunakan untuk kalimat atau kata asli Jepang. Sedangkan Katakana merupakan penulisan huruf Jepang untuk menulis bahasa asing atau bahasa Jepang yang berasal dari kata serapan asing.
“Kami tidak melombakan penulisan huruf kanji, karena tingkatannya lebih tinggi. Kami hanya melombakan penulisan Hiragana dan Katakana karena lomba ini memang untuk pemula,” ujar Tisa Herdiantya, ketua panitia acara, Minggu (22/2).
Meski dilombakan untuk kelompok pemula, ternyata banyak peserta yang mengalami kesulitan. “Hurufnya beda sekali dari yang selama ini kami buat latihan, jadi agak kesulitan,” ujar Islah Rizki, peserta lomba Shodo dari MAN Tambak Beras Jombang. Untuk menyelesaikan lomba, Islah akhirnya berpatokan pada teknis penulisan seperti yang selama ini diajarkan di sekolahnya.
Selain lomba Shodo pada kegiatan yang diadakan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, Fakutas Sastra Unitomo itu, juga digelar lomba Rodoku atau membaca teks berbahasa Jepang, Cosplay, membuat manga character dan cerdas cermat. Untuk memeriahkan suasana, panitia juga menyajikan beberapa diorama kuil-kuil Jepang dan pameran budaya jepang termasuk Chanoyu, yakni upacara minum teh khas Jepang. rey
KOMENTAR