Setelah 2 Tahun Ambruk Jembatan Dam Jati, Ditengok pun Tidak
Magetan | SURYA-Jembatan maut Dam Jati yang menghubungkan terletak di perbatasan Desa Semen, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan dan Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun terbengkalai sejak ambruk diterjang derasnya air Sungai Bengawan saat banjir bandang Desember 2007 lalu.
Jembatan sisa peninggalan bangunan Belanda ini tidak digubris sama sekali oleh dua wilayah kabupaten yang diuntungkan dengan adanya jembatan penghubung ini.
Jembatan ini sempat menghebohkan warga Madiun dan Magetan. Sekitar 48 warga yang berada di atas jembatan ini turut hanyut bersama puluhan motor dan sepeda yang mereka ketika tiba-tiba jembatan hanyut.
Sulaiman, 43, warga Desa Semen, Kecamatan Nguntoronadi mengatakan, jembatan ini menjadi lalu lintas perokonomian warga Kecamatan Nguntoronadi dan Takeran, Kabupaten Magetan dengan Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Namun tidak mendapatkan perhatian sama sekali baik dari Pemkab Magetan maupun dari Pemprov Jatim. Dampaknya, warga harus memutar menggunakan jalan lainnya sejauh 15 kilometer.
“Ya, dikunjungi pejabat saat usai ada peristiwa hanyutnya puluhan warga yang menonton banjir bersama motor saat banjir dulu saja. Sekarang sudah tak ada peninjauan sama sekali dari pemerintah,” terangnya kepada Surya, Senin (2/2).
Hal yang sama diungkapkan Sukiran, 34, warga Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Menurutnya, hingga masa dua tahun berjalan ini jembatan itu hanya menjadi tinggal kenangan. “Yang pasti jembatan itu akan menjadi kenangan. Bagi warga yang keluarganya hilang tanpa dapat ditemukan. Karena sampai sekarang mangkrak dan banyak ditumbuhi pohon dan rerumputan,” tegasnya.
Kepala Bappeda Pemkab Magetan, Yetra Raulan yang dihubungi Surya menegaskan, jembatan penghubung Magetan - Madiun itu bukan menjadi wewenang Pemkab Magetan. Menurutnya, jembatan itu menjadi kewenangan Pemprov Jatim. Oleh karenanya, pihaknya tak memiliki kepentingan untuk membangun jembatan tersebut. st14
KOMENTAR