Klinik Aborsi Dokter Dermawan Digerebek Buang Janin di Saluran Air
JAKARTA | SURYA -Anggota Polsek Metro Tanjung Priok Jakarta menemukan lima janin yang diduga baru saja diaborsi di tempat praktik aborsi ilegal berkedok klinik pengobatan.
Janin-janin itu ditemukan ketika polisi membongkar kamar mandi, septiktank serta saluran yang menghubungkan keduanya di Klinik Pengobatan Dr HAS Owni di Jl Warakas I/17 Tanjung Priok, Kamis (22/1).
Salah satu penggali mengatakan, dalam pembongkaran tersebut ditemukan 5 janin di saluran air. Tidak diketahui masing-masing jenis kelaminnya. Saat ini, janin nahas tersebut telah dibawa ke Polsek Tanjung Priok untuk selanjutnya dikirim ke RS Polri Sukanto untuk diautopsi.
Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan saat ini dr Ownie sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama perawat dan seorang perempuan yang baru saja menggugurkan kandungannya di tempat itu.
“Berdasarkan informasi warga, kami membuntuti seorang wanita yang baru saja keluar dari klinik pulang ke Bekasi," jelas Rycko. Setelah diinterogasi, perempuan itu mengaku baru saja mengaborsi kandungannya.
Kepada polisi, Ownie berpraktik aborsi sejak setahun lalu dan sedikitnya 10 bayi sudah digugurkan. Namun warga setempat mengatakan praktik aborsi itu sudah dilakukan sejak 2000.
Dr. Ownie dikenal warga sekitar sebagai dokter umum. Banyak di antara mereka yang pernah melakukan pengobatan di tempat ini. Namun ada sedikit kejanggalan di sini, yaitu terdapat alat USG yang lazimnya berada di tempat praktik dokter kandungan. Diduga tempat ini juga digunakan untuk melakukan praktik bersalin.
Pernyataan Ketua RT 03, Anin Mustofa yang pernah melakukan persalinan anak keduanya di tempat ini menguatkan dugaan ini. "Waktu tahun 1991 anak saya kedua lahir disini. Saya tidak tahu waktu itu dengan siapa, namun yang saya dengar istri dr Ownie dr Eliza kerja di kebidanan kalau tidak salah di RS Koja" terangnya.
Ketua RW 01, Sunaryo menambahkan, dr Ownie dikenal sebagai sosok budiman. Pernah salah satu warganya yang mengandung harus dilakukan tindakan operasi Ceasar. "Waktu itu biayanya sekitar Rp 2 juta, namun warga saya hanya memiliki uang Rp 500 ribu. Operasi tetap dilakukan dengan sisa biaya ditanggung dr Ownie," terangnya.kcm/dtc
KOMENTAR